Dua orang pengunjung Mall Asia Plaza saat mengamati papan simbol, Selasa (14/7/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Papan Bahasa Isyarat di Sudut Mal, Langkah Kecil APPBI Menuju Layanan Publik yang Inklusif

Gagasan ini lahir dari visi bahwa pusat perbelanjaan tidak cukup hanya menyediakan akses fisik berupa jalur kursi roda atau lift. Akses komunikasi juga merupakan hak yang harus dipenuhi.

TIMES Tasikmalaya,Selasa 14 Juli 2026, 21:42 WIB
118
H
Harniwan Obech

TASIKMALAYADi salah satu sudut layanan pelanggan Mall Asia Plaza Kota Tasikmalaya, sebuah papan sederhana mulai menarik perhatian pengunjung.

Isinya bukan promosi diskon, bukan pula petunjuk arah menuju toko favorit. Di papan itu terpampang simbol-simbol dasar bahasa isyarat.

Bagi sebagian besar pengunjung, benda itu mungkin hanya pelengkap interior. Namun bagi penyandang disabilitas tunarungu, papan tersebut menyimpan pesan yang jauh lebih besar, mereka mulai dilihat, dipikirkan, dan diakomodasi.

Langkah kecil itu lahir dari gagasan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Wilayah Tasikmalaya-Cirebon, Lucy Sosilawaty. 

Menurutnya, pusat perbelanjaan tidak cukup hanya menyediakan akses fisik berupa jalur kursi roda atau lift. Akses komunikasi juga merupakan hak yang harus dipenuhi.

Ketika ditemui TIMES Indonesia di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026), Lucy menjelaskan bahwa pemasangan papan simbol bahasa isyarat merupakan tahap awal membangun budaya pelayanan yang lebih inklusif.

"Ya minimalnya kita mengenalkan simbolnya walaupun belum ada CSO yang ahli menguasai secara mahir dalam menggunakan bahasa isyarat," ujarnya. Selasa (14/7/2026), 

Bagi Lucy, edukasi harus dimulai dari hal-hal sederhana. Simbol-simbol bahasa isyarat yang ditempatkan di titik strategis di sekitar layanan pelanggan diharapkan dapat dikenali oleh pengunjung maupun petugas.

Di pusat perbelanjaan modern, petugas Customer Service Officer (CSO) menjadi wajah pertama yang ditemui pelanggan ketika membutuhkan bantuan. 

Mereka menerima keluhan, memberikan informasi, hingga membantu berbagai kebutuhan pengunjung. Namun bagaimana jika pelanggan yang datang tidak dapat mendengar? Pertanyaan itu menjadi titik berangkat lahirnya inisiatif tersebut.

Lucy mengakui sebagian besar petugas layanan pelanggan belum memiliki kemampuan menggunakan bahasa isyarat.

 Akibatnya, komunikasi dengan penyandang tunarungu sering kali berlangsung dengan isyarat seadanya atau melalui tulisan di telepon genggam.

Situasi tersebut tidak selalu nyaman bagi kedua belah pihak. Karena itu, APPBI Tasikmalaya-Cirebon mulai menyiapkan rencana pelatihan bahasa isyarat bagi para petugas layanan pelanggan.

Pelatihan itu bukan semata-mata agar mereka mahir menjadi penerjemah bahasa isyarat, melainkan agar mampu memahami komunikasi dasar ketika melayani konsumen penyandang disabilitas.

Menurut Lucy, komunikasi yang baik akan menghadirkan rasa dihargai. Ia berharap pelayanan di pusat perbelanjaan tidak lagi memunculkan kesan bahwa penyandang disabilitas diperlakukan berbeda atau dipandang sebagai kelompok yang menyulitkan.

Sebaliknya, komunikasi dua arah yang terbangun akan memperlihatkan bahwa setiap pelanggan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan.

Gagasan tersebut sejatinya sejalan dengan semangat pemenuhan hak penyandang disabilitas di Indonesia.

Melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, pemerintah menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak memperoleh aksesibilitas, pelayanan publik, pendampingan, penerjemahan, serta fasilitas yang mudah dijangkau.

Dalam konteks penyandang tunarungu, penyediaan media komunikasi visual maupun kemampuan dasar bahasa isyarat dari petugas menjadi bagian penting dari pelayanan yang inklusif.

Artinya, aksesibilitas tidak berhenti pada pembangunan ramp atau lift, tetapi juga menyentuh aspek komunikasi.

Pengunjung Menyambut Positif

Keberadaan papan simbol bahasa isyarat ternyata tidak luput dari perhatian pengunjung.

Dina Apriani (23), warga Handapherang, Kabupaten Ciamis, mengaku baru mengetahui adanya papan tersebut ketika berada di area Customer Service Asia Plaza. Baginya, ide sederhana itu justru menjadi bentuk kepedulian yang nyata.

"Iya ini keren. Saya baru tahu ada papan simbol ini yang bisa membantu untuk memaksimalkan layanan bagi penyandang disabilitas," katanya.

Menurut Dina, banyak pengunjung yang mungkin belum pernah mengenal bahasa isyarat. Keberadaan papan tersebut setidaknya dapat menjadi media edukasi publik bahwa bahasa isyarat merupakan bagian dari komunikasi sehari-hari yang perlu dipahami masyarakat luas.

Lucy menyebut langkah berikutnya yang tengah dipertimbangkan adalah menghadirkan fasilitas yang lebih ramah bagi penyandang tunanetra.

Salah satunya dengan mendorong penggunaan huruf Braille pada berbagai petunjuk penting di dalam pusat perbelanjaan, termasuk tombol lift dan fasilitas penunjuk arah lainnya.

Menurutnya, upaya tersebut diharapkan dapat diikuti oleh berbagai pengelola mal maupun plaza di wilayah Priangan Timur dan Cirebon.

Dengan demikian, standar pelayanan inklusif tidak hanya menjadi identitas Asia Plaza Tasikmalaya, tetapi berkembang menjadi budaya pelayanan di pusat-pusat perbelanjaan lainnya.

Papan bahasa isyarat mungkin hanyalah benda berukuran tidak lebih dari beberapa puluh sentimeter. Namun maknanya jauh melampaui ukuran fisiknya.

Ia menjadi simbol bahwa pelayanan publik sedang bergerak menuju ruang yang lebih setara. Bahwa pelanggan tidak lagi dipisahkan berdasarkan kemampuan mendengar, melihat, ataupun berbicara.

Dan bahwa pusat perbelanjaan bukan hanya tempat transaksi ekonomi, melainkan ruang sosial yang semestinya terbuka bagi siapa saja.

Jika pelatihan bahasa isyarat benar-benar terlaksana dan fasilitas Braille mulai diterapkan, maka Asia Plaza Tasikmalaya berpotensi menjadi salah satu pelopor pusat perbelanjaan inklusif di Priangan Timur.

"Ya, langkah itu mungkin dimulai dari sebuah papan kecil di sudut layanan pelanggan. Tetapi perubahan besar memang sering kali berawal dari keberanian untuk memulai."pungkas Lucy. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tasikmalaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.