Pemkot Tasikmalaya Sambut Momen Haornas 20269, Siapkan Anugerah Insan Olahraga Berprestasi
Sejumlah pengurus KONI, KORMI dan NPCI saat melaksanakan rapat koordinasi persiapan Haornas di Kantor Disporabudpar Kota Tasikmalaya. (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Pemkot Tasikmalaya Sambut Momen Haornas 20269, Siapkan Anugerah Insan Olahraga Berprestasi

Tak cuma untuk atlet, Pemkot Tasikmalaya juga membuka ruang apresiasi bagi pelatih, wasit, pembina hingga lembaga yang selama ini konsisten mendukung perkembangan olahraga di Kota Tasikmalaya.

TIMES Tasikmalaya,Kamis 3 September 2026, 10:34 WIB
150
H
Harniwan Obech

TASIKMALAYAMenjelang peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 yang diperingati setiap 9 September, Pemerintah Kota Tasikmalaya (Pemkot Tasikmalaya) mulai bergerak.

Salah satunya dengan menyiapkan agenda khusus untuk memberikan apresiasi kepada sejumlah insan olahraga yang dinilai telah memberikan kontribusi dan mengharumkan nama daerah.

Rencana pemberian anugerah atau penghargaan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Kamis (3/9/2026).

Rapat koordinasi tersebut melibatkan unsur Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tasikmalaya, serta National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Tasikmalaya.

Penghargaan tak hanya diarahkan kepada atlet yang telah menorehkan prestasi. Pemkot Tasikmalaya juga membuka ruang apresiasi bagi pelatih, wasit, pembina hingga lembaga yang selama ini konsisten mendukung perkembangan olahraga di Kota Tasikmalaya.

Kabid Pora Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, mengatakan pemberian penghargaan bagi insan olahraga merupakan agenda rutin yang menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap mereka yang telah mengabdikan tenaga, pikiran dan waktunya untuk kemajuan olahraga.

Menurutnya, prestasi olahraga tidak lahir hanya dari perjuangan seorang atlet ketika berada di arena pertandingan.

Di belakangnya terdapat pelatih, pembina, wasit, organisasi olahraga, hingga berbagai lembaga yang ikut membangun ekosistem olahraga.

"Barusan kita sudah mengadakan rapat koordinasi dengan KONI, KORMI dan NPCI, dan akan kita ajukan bukan saja para atlet, tetapi wasit, pelatih bahkan lembaga yang konsisten mendukung kegiatan olahraga kita akan berikan penghargaan," ungkap Momon, Kamis (3/9/2026).

Momon menjelaskan, penghargaan tersebut bukan semata-mata seremoni atau pemberian tanda jasa. Lebih jauh, pemerintah ingin menjadikan kisah perjuangan para insan olahraga sebagai sumber inspirasi bagi atlet-atlet generasi berikutnya.

Anugerah tersebut diharapkan mampu menularkan epos perjuangan, keteladanan serta karakter positif dari para atlet dan legenda olahraga terdahulu kepada generasi atlet yang saat ini tengah berjuang.

Dengan demikian, prestasi yang pernah ditorehkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah.

Semangat, disiplin, kegigihan dan pengorbanan para pendahulu diharapkan dapat diwariskan kepada atlet muda Kota Tasikmalaya agar memiliki mental juara ketika menghadapi kompetisi di tingkat regional, nasional maupun internasional.

"Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi untuk menghargai dedikasi atlet yang telah mengharumkan nama Kota Tasikmalaya, sekaligus memotivasi generasi muda agar bisa meneruskan prestasi tersebut," jelasnya.

Menurut Momon, momentum Haornas menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengingat bahwa olahraga bukan hanya mengenai kemenangan dan medali.

Di dalamnya terdapat proses panjang yang membutuhkan konsistensi, pengorbanan, kedisiplinan dan dukungan berbagai pihak.

Terkait siapa saja yang akan menerima penghargaan, Momon mengatakan pihaknya masih melakukan pembahasan dan penggodokan sejumlah nama.

Nama-nama tersebut akan berasal dari rekomendasi organisasi olahraga, di antaranya KONI, KORMI dan NPCI.

Pemerintah Kota Tasikmalaya akan melakukan proses seleksi dan pembahasan agar penerima penghargaan benar-benar memiliki rekam jejak serta kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan olahraga daerah.

Penghargaan tersebut rencananya diberikan dalam rangkaian peringatan Haornas 2026, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Tasikmalaya.

Konsep tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah ingin menjadikan momentum peringatan hari olahraga tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi sekaligus apresiasi terhadap perjalanan olahraga di Kota Tasikmalaya.

Rencana pemberian penghargaan tersebut mendapat respons positif dari jajaran KONI Kota Tasikmalaya.

Ketua Harian KONI Kota Tasikmalaya, Sekretaris KONI Kota Tasikmalaya Agung Firmansyah, serta Bendahara KONI Kota Tasikmalaya Muhamad Naufal P turut hadir dalam rapat koordinasi di Disporabudpar Kota Tasikmalaya.

Bagi insan olahraga, penghargaan dari pemerintah memiliki arti penting. Sebab, penghargaan bukan hanya berbicara mengenai materi maupun simbol, tetapi menjadi bentuk pengakuan bahwa perjuangan atlet, pelatih dan pembina mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

Ketua Harian KONI Kota Tasikmalaya, Hasan, menyebut penghargaan tersebut dapat menjadi simbol pengakuan secara fisik dan moral atas pengorbanan, kerja keras serta cucuran keringat para insan olahraga.

"Ini merupakan sebuah bentuk pengakuan dan apresiasi terhadap insan olahraga, semoga menjadi pemantik bagi perkembangan olahraga di Kota Tasikmalaya," ungkap Hasan.

Menurutnya, perhatian dan apresiasi pemerintah akan menjadi energi tambahan bagi insan olahraga untuk terus melakukan pembinaan dan mengejar prestasi.

Terlebih, perjalanan seorang atlet untuk mencapai podium tidak selalu mudah. Ada latihan panjang, keterbatasan fasilitas, pengorbanan waktu, tekanan pertandingan serta berbagai tantangan yang harus dilalui sebelum akhirnya mampu mengibarkan nama daerah.

Momentum penghargaan bagi insan olahraga Kota Tasikmalaya ini juga beririsan dengan sebuah penghormatan besar yang baru saja diberikan KONI Jawa Barat kepada salah satu tokoh olahraga asal Tasikmalaya.

Dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jawa Barat 2026 di Bandung, Minggu (30/8/2026), almarhum Rahyang Mandalajati Evi Silviadi dinobatkan sebagai Pahlawan Olahraga Jawa Barat.

Gelar tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum KONI Jawa Barat, Prof. Dr. Muhammad Budiana.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap dedikasi almarhum dalam membangun dan membina olahraga Muaythai Jawa Barat.

Bagi keluarga, penghargaan tersebut memiliki makna emosional yang mendalam. Sebab, nama almarhum kembali disebut bukan untuk menerima piala di atas podium, melainkan untuk dikenang sebagai sosok yang telah meninggalkan jejak dalam perjalanan olahraga Jawa Barat.

"Terima kasih namanya kembali disebut dengan penuh kehormatan. Bukan lagi untuk menerima piala, tetapi untuk dikenang sebagai Pahlawan Olahraga Jawa Barat," ungkap Novianti Maulani Silviadi, istri almarhum RM Evi Silviadi, kepada TIMES Indonesia melalui sambungan telepon.

KONI Jawa Barat menilai penghargaan tersebut layak diberikan karena dedikasi almarhum dalam membangun Muaythai Jawa Barat telah melahirkan prestasi di tingkat nasional, Asia hingga internasional.

Sejak 2015, Muaythai Jawa Barat mencatatkan sederet prestasi dalam berbagai kejuaraan, mulai dari Kejuaraan Nasional hingga Piala KASAD, Kapolri, Wakil Presiden, Presiden, serta berbagai kejuaraan tingkat Asia dan internasional.

Dedikasi tersebut tidak berhenti ketika almarhum berpindah tugas. Jejak pembinaan yang telah dibangun tetap berjalan dan menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Muaythai Jawa Barat.

"Perjuangan, pengabdian, dan cintamu untuk pembinaan Muaythai, ternyata tidak berhenti ketika engkau pindah tugas. Jejakmu tetap hidup, dan menjadi sejarah," ujar Novianti.

Salah satu kontribusi penting almarhum adalah mendorong Muaythai agar dapat masuk dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Ketika Jawa Barat menjadi tuan rumah PON, Muaythai dipertandingkan sebagai cabang olahraga eksibisi. 

Jawa Barat ketika itu berhasil menjadi juara umum. Pada PON Papua, Muaythai kemudian resmi dipertandingkan. Kontingen Jawa Barat berhasil membawa pulang dua medali emas dan tiga perak.

Prestasi tersebut kembali meningkat pada PON Aceh-Sumut. Jawa Barat berhasil meraih lima emas, satu perak dan enam perunggu.

"Pembinaan yang begitu tertata dan terstruktur, sehingga membawa Muaythai Jawa Barat menjadi barometer Muaythai di tanah air," terang Novianti.

Dedikasi almarhum bahkan masih terlihat hingga akhir hayatnya. Pada Kejuaraan Nasional Indonesia Muaythai Championship yang berlangsung 4-9 Agustus 2026, Muaythai Jawa Barat berhasil meraih dua gelar juara umum pada kategori School dan Youth.

Prestasi tersebut menjadi salah satu catatan terakhir dari perjalanan panjang almarhum dalam membina Muaythai Jawa Barat.

Tidak hanya itu, almarhum juga menginisiasi kelas Muay Aerobik yang kemudian berkembang hingga resmi dipertandingkan dalam ajang PON dan mendapat apresiasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa penghargaan kepada insan olahraga tidak selalu harus diberikan kepada mereka yang masih aktif berada di arena pertandingan.

Ada pula orang-orang yang bekerja di balik layar, membangun sistem pembinaan, melatih generasi muda, mengembangkan cabang olahraga dan menciptakan fondasi agar prestasi dapat terus berkembang.

Rencana Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan penghargaan kepada insan olahraga pada Haornas 2026 karena itu memiliki makna yang lebih luas.

Penghargaan tersebut dapat menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan olahraga Kota Tasikmalaya sekaligus menyiapkan fondasi bagi prestasi masa depan.

Atlet yang telah mengharumkan nama daerah dapat menjadi inspirasi. Pelatih dan pembina menjadi bagian penting dalam mencetak generasi baru.

Wasit menjadi penjaga kualitas kompetisi. Sementara organisasi dan lembaga pendukung menjadi penggerak ekosistem olahraga.

Semua memiliki peran yang saling berkaitan. Haornas 2026 akhirnya bukan sekadar tentang peringatan 9 September.

Lebih dari itu, Haornas menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang telah berjuang, mengingat kembali sejarah perjuangan para pendahulu, sekaligus menyalakan kembali semangat generasi muda Kota Tasikmalaya untuk mengejar prestasi.

Sebab, di balik satu medali yang dikalungkan kepada seorang atlet, terdapat ribuan jam latihan, keringat yang jatuh, kegagalan yang harus diterima, dukungan keluarga, kerja keras pelatih dan pembina, serta doa masyarakat yang mengiringi perjuangan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tasikmalaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.