PKKMB Darma Bakti 5.0, Ribuan Mahasiswa Baru UBTH Disiapkan Menembus Batas
Pembukaan PKKMB menjadi momentum penting bagi 1.160 mahasiswa baru yang mulai memasuki lingkungan akademik dan bergabung sebagai bagian dari keluarga besar civitas akademika UBTH.
TASIKMALAYA – Universitas Bakti Tunas Husada (UBTH) secara resmi membuka rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Darma Bakti 5.0 Tahun 2026, Senin (24/8/2026).
Pembukaan PKKMB menjadi momentum penting bagi 1.160 mahasiswa baru yang mulai memasuki lingkungan akademik dan bergabung sebagai bagian dari keluarga besar civitas akademika UBTH.
Kegiatan penyambutan mahasiswa baru tersebut digelar secara luring dan daring. Sejak awal acara, suasana dibuat reflektif melalui doa bersama untuk kemajuan bangsa Indonesia sekaligus doa bagi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai bencana.
Doa secara khusus dipanjatkan bagi saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta masyarakat Indonesia di berbagai wilayah yang terdampak bencana.
Para mahasiswa diajak untuk tidak hanya menjadi insan akademik yang unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemanusiaan.
Di hadapan mahasiswa baru, Rektor Universitas Bakti Tunas Husada, Prof. Dr. Ruswanto, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas tingginya animo masyarakat terhadap UBTH pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026.
Menurut Ruswanto, jumlah mahasiswa yang telah melakukan registrasi menunjukkan capaian yang melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang telah ditetapkan universitas.
“Alhamdulillah, sejak hari kemarin, jumlah total mahasiswa yang telah registrasi sampai sore ini sudah mencapai 1.124 orang atau 107,7 persen,” ujar Ruswanto Senin (24/8/2026).
Angka tersebut, kata dia, telah melampaui target RKA UBTH yang ditetapkan sebanyak 1.044 mahasiswa.
Capaian tersebut masih berpotensi meningkat. Universitas masih memperkirakan adanya tambahan mahasiswa dari sejumlah jalur penerimaan dan program pendidikan.
Ruswanto menyebut terdapat kemungkinan tambahan dua mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA), sekitar lima hingga 10 mahasiswa dari jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Farmasi, 12 mahasiswa penerima KIP Kuliah, serta sekitar 10 mahasiswa penerima BTH Unggul Batch 4 dari sisa kuota yang tersedia.
Dengan mempertimbangkan seluruh potensi tambahan tersebut, UBTH memproyeksikan jumlah mahasiswa baru hingga akhir Agustus 2026 sedikitnya mencapai 1.160 orang.
“Diprediksikan sampai akhir Agustus paling tidak bisa mencapai 1.160 orang,” kata Ruswanto.
Bahkan, peluang pertumbuhan jumlah mahasiswa masih terbuka hingga pertengahan September apabila proses penerimaan melalui RPL ARS berjalan lancar.
Menurut proyeksi universitas, jumlah mahasiswa baru dapat mencapai maksimal 1.181 orang. Angka tersebut setara dengan sekitar 113 persen dari target RKA dan sekitar 91 persen dari target ideal UBTH sebanyak 1.300 mahasiswa.
“Jika RPL ARS mulus maka sampai medio September bisa mencapai maksimal 1.181 orang, atau 113 persen dari target RKA atau 91 persen dari target ideal 1.300 orang. Sekali lagi alhamdulillah dan jazakumullaahu khayran atas segala doa, ikhtiar dan dukungannya,” ujar Ruswanto.
PKKMB Darma Bakti 5.0 tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru. Tahun ini, UBTH mengusung tema “From Zero to Universe”, sebuah pesan yang menggambarkan perjalanan mahasiswa dari titik awal menuju masa depan yang lebih luas.
Ruswanto mengajak mahasiswa baru untuk tidak memaknai “zero” sebagai kondisi tanpa kemampuan, tanpa prestasi, atau tanpa masa depan. Sebaliknya, titik nol merupakan awal dari sebuah perjalanan.
“Setiap orang besar pernah dimulai dari titik nol. Setiap ilmuwan pernah memulai dengan pertanyaan, dan setiap pengusaha besar pernah bermula dari sebuah gagasan. Zero is not nothing. Zero is where everything begins,” tutur Ruswanto.
Pesan tersebut menjadi salah satu gagasan utama dalam pembukaan PKKMB Darma Bakti 5.0. Mahasiswa baru diminta tidak menjadikan kondisi saat ini sebagai batas bagi cita-cita mereka.
Kampus, kata Ruswanto, merupakan ruang untuk bertumbuh. Di tempat inilah mahasiswa belajar mengubah rasa ingin tahu menjadi pengetahuan, pengetahuan menjadi kompetensi, kompetensi menjadi karya, dan karya menjadi sesuatu yang memberikan manfaat.
Karena itu, mahasiswa didorong untuk berani memulai. Memulai dari kemampuan yang mungkin masih terbatas. Memulai dari pengalaman yang belum banyak. Memulai dari gagasan sederhana. Bahkan memulai setelah mengalami kegagalan.
Sebab, keberhasilan tidak selalu lahir dari kondisi yang sempurna. Banyak pencapaian besar justru berawal dari keberanian seseorang untuk mengambil langkah pertama.
Pesan Rektor untuk Para Mahasiswa UBTH
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UBTH juga menyampaikan sejumlah prinsip yang perlu menjadi pegangan mahasiswa selama menjalani pendidikan tinggi.
Mahasiswa diminta tidak membatasi masa depan hanya berdasarkan kondisi hari ini. Perbedaan latar belakang sosial, ekonomi, pengalaman maupun kemampuan awal tidak boleh menjadi alasan untuk mengecilkan cita-cita.
Mahasiswa harus memiliki keberanian untuk bermimpi besar sekaligus membangun langkah nyata untuk mencapainya.
Kampus diharapkan menjadi ruang yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan potensi, menciptakan karya, melakukan penelitian, berinovasi, serta melahirkan gagasan yang dapat memberikan dampak lebih luas.
Kemudian perubahan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung sangat cepat. Karena itu, pembelajaran tidak boleh berhenti hanya karena mahasiswa telah meninggalkan ruang kelas.
Mahasiswa perlu memiliki kebiasaan belajar sepanjang hayat. Kemampuan membaca, berdiskusi, melakukan penelitian, memanfaatkan teknologi, membangun jejaring, mengikuti perkembangan industri serta memahami perubahan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Dunia kerja masa depan juga menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi. Karena itu, mahasiswa UBTH didorong tidak hanya menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk terus belajar ketika menghadapi perubahan.
Ruswanto mengingatkan bahwa kegagalan tidak harus dipandang sebagai akhir perjalanan. Kegagalan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Mahasiswa mungkin akan menghadapi tugas yang sulit, penelitian yang tidak berjalan sesuai rencana, nilai yang belum sesuai harapan, organisasi yang mengalami persoalan, bahkan gagasan yang belum berhasil diwujudkan.
Namun, semua pengalaman tersebut dapat menjadi bahan untuk berkembang. Jatuh merupakan bagian dari perjalanan.
Yang terpenting adalah kemampuan untuk bangkit, melakukan evaluasi, memperbaiki kesalahan, kemudian kembali melangkah dengan pribadi yang lebih kuat.
UBTH juga menurutnya selalu menekankan pentingnya kolaborasi dan kedisiplinan. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi individu yang memiliki kemampuan akademik. Mereka juga perlu mampu bekerja bersama orang lain.
Karena itu, mahasiswa didorong aktif membangun jejaring, mengikuti organisasi kemahasiswaan, berkarya di laboratorium, mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik, serta mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Kolaborasi juga menjadi semakin penting di tengah perkembangan dunia yang semakin terkoneksi.
Kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja dalam tim, menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan bersama, dan menjaga nilai kemanusiaan menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi masa depan.
Tak Sekadar Berhenti di Capaian Akademik
Sebagai perguruan tinggi yang bergerak dalam bidang pendidikan tinggi kesehatan, teknologi dan bisnis, UBTH memiliki visi untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul dan inovatif dengan daya saing global.
Orientasi pendidikan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah dan kemudian mencari pekerjaan.
Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi menjadi kompetensi, kompetensi menjadi karya, dan karya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, pendidikan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akademik individual, tetapi memiliki dimensi sosial yang lebih luas.
Mahasiswa diharapkan mampu menjawab persoalan masyarakat melalui ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, kewirausahaan dan inovasi.
Semangat tersebut menjadi relevan dengan tema “From Zero to Universe”. Titik nol yang dimaksud bukanlah keterbatasan, melainkan sebuah permulaan. Dari titik itulah mahasiswa memiliki kesempatan untuk menentukan arah perjalanan mereka sendiri.
Bagi mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB Darma Bakti 5.0, pembukaan kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya fase baru dalam kehidupan.
Mereka tidak lagi hanya berstatus sebagai siswa sekolah menengah, tetapi telah memasuki lingkungan pendidikan tinggi dengan tantangan dan tanggung jawab yang berbeda.
Kampus akan menjadi tempat mereka menghabiskan sebagian penting dari masa muda untuk belajar, berdiskusi, melakukan penelitian, berorganisasi, membangun persahabatan, mengembangkan jejaring, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.
PKKMB menjadi pintu awal untuk mengenal lingkungan akademik, budaya kampus, sistem pembelajaran, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai peluang pengembangan diri yang tersedia di UBTH.
Namun lebih dari itu, PKKMB Darma Bakti 5.0 diharapkan menjadi ruang untuk menanamkan nilai bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi nilai akademik yang diperoleh.
Karakter, integritas, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, kepedulian sosial dan keberanian untuk terus belajar menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.
Pada akhirnya, mahasiswa diharapkan mampu membawa nama UBTH melalui berbagai karya dan kontribusi, baik di tingkat lokal, nasional maupun global.
Pesan tersebut dirangkum melalui semangat yang menjadi bagian dari tema kegiatan: 'The universe is yours to explore'.
Semesta masa depan, dengan segala tantangan dan peluangnya, terbuka untuk dijelajahi.
Dukungan untuk UMKM
Selain rangkaian kegiatan akademik dan penyambutan mahasiswa baru, PKKMB Darma Bakti 5.0 juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
UBTH menggelar bazar UMKM yang melibatkan puluhan pelaku usaha kecil, terutama mereka yang bergerak di sektor kuliner.
Kehadiran bazar tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan PKKMB, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Puluhan pelaku UMKM memperoleh ruang untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka kepada mahasiswa baru, civitas akademika, serta masyarakat yang hadir di sekitar kegiatan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perguruan tinggi dapat memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat di sekitarnya.
Bazar UMKM juga menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan dengan sektor ekonomi masyarakat.
Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana aktivitas kewirausahaan tumbuh dari skala kecil dan bagaimana sebuah usaha membutuhkan kreativitas, keberanian, konsistensi serta kemampuan membaca kebutuhan pasar.
Bagi pelaku UMKM, keterlibatan dalam kegiatan kampus menjadi kesempatan untuk memperluas pasar dan membangun jejaring konsumen.
Sementara bagi UBTH, keberadaan bazar menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan kampus yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga memiliki manfaat sosial dan ekonomi.
Pembukaan PKKMB Darma Bakti 5.0 Tahun 2026 akhirnya bukan sekadar seremoni penerimaan mahasiswa baru.
Di balik keberadaan mahasiswa yang hadir, terdapat ribuan cerita, cita-cita dan harapan yang mulai menemukan ruangnya di lingkungan Universitas Bakti Tunas Husada.
Mereka datang dari latar belakang yang berbeda dan membawa mimpi masing-masing.
Namun sejak hari pertama berada di kampus, mereka dipertemukan oleh satu pesan yang sama: masa depan tidak ditentukan semata-mata oleh titik awal.
'Zero' adalah tempat segala sesuatu dimulai. Dari ruang kelas, laboratorium, organisasi mahasiswa, kegiatan kewirausahaan hingga interaksi dengan masyarakat, mahasiswa UBTH memiliki kesempatan untuk membangun perjalanan masing-masing.
Dengan ilmu, karakter, disiplin, kolaborasi dan keberanian menghadapi kegagalan, titik nol tersebut diharapkan berkembang menjadi pencapaian yang lebih besar.
PKKMB Darma Bakti 5.0 pun menjadi awal perjalanan bagi generasi baru UBTH untuk mengeksplorasi pengetahuan, menembus batas kemampuan, menciptakan inovasi, membangun jejaring dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
"Dari zero, mereka memulai perjalanan menuju universe. Dan dari kampus itulah, masa depan mereka mulai ditulis."pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

