TIMES TASIKMALAYA, JAKARTA – Sedang heboh video TikTok seorang ibu tengah joget bersama lumba-lumba. Si ibu bergoyang dengan lincah sambil memegang sirip kanan dan kiri lumba-lumba.
Lumba-lumba itu awalnya dikira pesut mahakam. Namun Andrian Saputra, Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Muda dari Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak meluruskan bahwa yang diajak menari itu bukanlah pesut mahakam, melainkan lumba-lumba tanpa sirip punggung atau finless porpoise (Neophocaena phocaenoides).
Finless porpoise hidup di laut dam di perairan pesisir sehingga mudah untuk ditangkap.
Lumba-lumba tanpa sirip punggung dilindungi. "Finless porpoise ini merupakan mamalia laut yang tentunya dilindungi penuh berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 66 Tahun 2025," jelasnya dikutip detik.com.
Mamalia air ini banyak terdapat di perairan Sumatra, dan beberapa kali sampai ke Kalimantan, terutama di Teluk Balikpapan.
Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak sendiri kini tengah menelelusuri asal video tersebut. Andrian menyebut kemungkinan besar memang dari Sumatra, tepatnya di wilayah Jambi, namun tidak menutup kemungkinan dari Kalimantan.
Ia berharap tindakan tersebut tidak untuk ditiru. Karena lumba-lumba ini akan stres dan mati.
FOTO: bontangpost
Ciri-ciri finless porpoise
Finless porpoise atau lumba-lumba tanpa sirip punggung punya nama ilmiah Neophocaena phocaenoides. Habitat mamalia ini di laut dangkal atau perairan pesisir termasuk di muara sungai. Penyebarannya tidak hanya di Sumatra dan Kalimantan saja, tapi juga bisa dijumpai di perairan Asia Selatan hingga Asia Timur. Meski bisa hidup di air tawar (muara sungai), namun finless tidak menetap. Mereka lebih suka di laut dangkal.
Ciri fisik finless porpoise adalah tidak memiliki sirip punggung. Sebagai gantinya mereka punya tonjolan kasar yang memanjang di punggung, disebut dorsal ridge.
Ukuran tubuhnya lebih kecil dibanding lumba-lumba maupun pesut mahakam. Hanya sekitar 1,5-1,9 meter saja. Kepalanya kecil dan moncong yang pendek.
Finless porpoise pemakan oportunistik yang memangsa berbagai jenis mangsa kecil seperti ikan kecil, udang, kepiting, cumi-cumi, gurita, dan terkadang juga mengonsumsi tumbuhan seperti daun dan beras, tergantung ketersediaan di habitatnya di laut, muara, dan sungai. Mereka menggunakan ekolokasi untuk menemukan mangsa dan mampu menyelam dalam untuk menangkapnya.
Lumba-lumba ini berbeda dengan lumba-lumba lainnya. Mereka pemalu dan bukan hewan akrobatik, sehingga jarang terlihat dipermukaan.
Sebagai hewan mamalia, filnless porpoise berkembangbiak dengan cara melahirkan dan tentunya menyusui. Masa kehamilannya berlangsung selama 10-11 bulan, sedangkan masa menyusi antara 6-15 bulan tergantung pada populasi di alam karena kelompoknya akan sama-sama menjaga bayi finless sampai ia mandiri. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Mengenal Finless Porpoise Lumba-Lumba Tanpa Sirip Punggung yang Joget TikTok
| Pewarta | : Dhina Chahyanti |
| Editor | : Dhina Chahyanti |