TIMES TASIKMALAYA, TASIKMALAYA – Munculnya Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Dr. Nandang Alamsyah, dalam bursa kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Siliwangi (Unsil) periode 2026-2030 diprediksi bakal membuat dinamika demokrasi di tubuh perguruan tinggi negeri di Priangan Timur itu semakin menarik dan kompetitif.
Hingga satu hari menjelang penutupan pendaftaran bakal calon rektor Unsil, mayoritas kandidat yang mendaftar merupakan figur internal kampus.
Namun, masuknya Prof Nandang sebagai kandidat dari luar Unsil sekaligus putra daerah Tasikmalaya, menjadi warna tersendiri dalam proses demokrasi kampus tersebut.
Ketua Pelaksana Pemilihan Rektor Unsil, Dr. Nanang Rusliana, membenarkan bahwa Prof Nandang resmi mendaftarkan diri pada hari terakhir pendaftaran.
“Ya, di hari terakhir pendaftaran, Prof Nandang melakukan pendaftaran secara daring,” ujar Nanang Rusliana, Jumat (9/1/2026).
Bagi Prof. Dr. Nandang Alamsyah, kontestasi Pilrek Unsil kali ini bukanlah yang pertama. Guru Besar FISIP Unpad tersebut tercatat pernah mengikuti bursa Pemilihan Rektor Unsil periode 2022–2026, namun belum berhasil melaju hingga tahap akhir.
Pada Pilrek sebelumnya, Prof Nandang harus bersaing dengan sejumlah akademisi papan atas, di antaranya Prof. Muradi, M.Sc., M.A., Ph.D.; Drs. Tommy Apriantono, M.Sc., Ph.D.; Dr. Supratman, Drs., M.Pd.; Dr. Gumilar Mulya, Drs., M.Pd.; Prof. Dr. Nundang Busaeri, Ir., M.T.; serta Prof. Dr. Iis Marwan, Drs., S.H., M.Pd.
Saat itu, Prof Nandang tidak masuk dalam empat besar calon rektor yang diusulkan ke kementerian, dan Pilrek Unsil periode 2022–2026 akhirnya dimenangkan oleh Prof. Dr. Nundang Busaeri.
Kini, Prof Nandang kembali mencoba peruntungan untuk memimpin Unsil, perguruan tinggi negeri yang berada di tanah kelahirannya. Kehadirannya dinilai menjadi alternatif pilihan baru bagi para senator Unsil dalam menentukan arah kepemimpinan kampus lima tahun ke depan.
Dengan mendaftarnya Prof Nandang Alamsyah, jumlah kontestan Pilrek Unsil periode 2026-2030 resmi menjadi delapan orang. Angka ini meningkat dibandingkan Pilrek sebelumnya yang hanya diikuti oleh tujuh kandidat.
Selain Prof Nandang, tujuh bakal calon rektor Unsil dari internal kampus yang telah mendaftarkan diri hingga penutupan pendaftaran pada 8 Januari 2026 adalah:
Dr. Drs. Ade Rastiana, M.Si-Kepala BAKPK Unsil
Dr. Asep Suryana-Wakil Rektor III Unsil
Dr. Nana, M.Pd-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Dr. Ai Sri Kosnayani, S.Pd., M.Si- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes)
Dr. Acep Zoni Saeful Mubarok- Fakultas Agama Islam (FAI)
Dr. Iman Hilman, S.Pd., M.Pd- Pascasarjana Unsil
Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, IPU-Dekan Fakultas Teknik
Komposisi kandidat yang beragam, baik dari sisi latar belakang fakultas maupun pengalaman struktural, dinilai akan memperkaya gagasan dan visi pembangunan Unsil ke depan.
Ketua Pelaksana Pilrek Unsil, Dr. Nanang Rusliana, mengaku bersyukur karena jumlah bakal calon rektor yang mendaftar telah melampaui target awal panitia.
“Kami bersyukur karena jumlah bakal calon rektor yang mendaftar sudah melebihi target. Ini menunjukkan antusiasme dan komitmen sivitas akademika dalam membangun Unsil,” ujarnya.
Usai penutupan pendaftaran, tahapan Pilrek Unsil selanjutnya adalah verifikasi persyaratan administrasi. Proses ini akan berlangsung selama 10 hari kerja, mencakup pemeriksaan kelengkapan dokumen serta keabsahan seluruh persyaratan yang diajukan oleh para bakal calon rektor.
“Setelah verifikasi administrasi, hasilnya akan disampaikan kepada Senat Unsil,” jelas Nanang.
Selanjutnya, Senat Universitas Siliwangi akan melakukan penetapan bakal calon rektor yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi.
Dari hasil tersebut, Senat akan mengusulkan minimal empat orang bakal calon rektor ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
“Sekaligus dilakukan penetapan nomor urut calon rektor,” tambah Nanang Rusliana.
Masuknya figur eksternal seperti Prof. Dr. Nandang Alamsyah dinilai menjadi indikator terbukanya ruang demokrasi di Unsil. Selain memperluas pilihan senator, kehadiran akademisi dari kampus besar seperti Unpad juga diyakini membawa perspektif baru dalam tata kelola perguruan tinggi.
Pilrek Unsil periode 2026-2030 pun diprediksi akan berlangsung lebih dinamis, tidak hanya menjadi ajang kompetisi gagasan internal, tetapi juga pertarungan visi antara pengalaman kepemimpinan internal dan jejaring akademik nasional.(*)
| Pewarta | : Harniwan Obech |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |