Tren Umrah Ramadan di Tasikmalaya Meningkat Drastis
Tren umrah saat Ramadan meningkat. (Foto: Bambang/TIMES Indonesia)

Tren Umrah Ramadan di Tasikmalaya Meningkat Drastis

Di Kota Tasikmalaya, warga yang mendaftar umrah saat Ramadan melonjak drastis.

TIMES Tasikmalaya,Kamis 5 Februari 2026, 17:37 WIB
821
H
Harniwan Obech

TIMESINDONESIAMenjelang bulan suci Ramadan, tren pemesanan mendaftar berangkat umrah di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami lonjakan signifikan. 

Tidak hanya dari sisi jumlah jemaah, tetapi juga dari variasi paket perjalanan yang semakin beragam dan inovatif. Fenomena ini menunjukkan perubahan besar dalam pola dan mindset masyarakat terhadap ibadah umrah, yang kini tak lagi identik dengan kelompok usia lanjut.

Lonjakan permintaan ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha travel umroh di Tasikmalaya. Salah satunya diungkapkan oleh Anita Mardiana, manajer salah satu agen travel umrah yang berlokasi di Jalan Sutisna Senjaya, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

“Kalau Ramadan memang sudah menjadi peak season atau musim puncak umrah. Jemaah biasanya membeludak karena ada keyakinan kuat ingin mendapatkan pahala setara dengan ibadah haji,” ujar Anita saat ditemui TIMES Indonesia, Kamis (5/2/2026) sore.

Anita mengungkapkan, tingginya minat masyarakat berdampak langsung pada ketersediaan kuota keberangkatan. Bahkan, untuk periode Ramadan tahun ini, tiket umrah di perusahaannya sudah habis terjual jauh hari sebelumnya.

“Untuk booking umrah di bulan suci Ramadan, di perusahaan kami sudah sold out. Banyak jemaah yang sudah mendaftar sejak beberapa bulan lalu,” jelasnya.

Fenomena ini menjadi indikator kuat bahwa umrah Ramadan tetap menjadi primadona, meski biaya perjalanan cenderung lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan biasa.

Menariknya, Anita menyoroti adanya pergeseran demografi jamaah umroh. Jika dahulu umroh identik dengan orang tua atau mereka yang telah mapan secara usia dan ekonomi, kini kondisi tersebut berubah drastis.

“Permintaan pasar meningkat, bisa dibilang fomo tapi dalam arti yang positif. Dulu mindset umrah itu hanya untuk orang tua, sekarang anak muda justru menjadikan umrah sebagai kebutuhan,” ungkapnya.

Menurut Anita, banyak generasi muda yang sukses di sektor digital, bisnis online, hingga media sosial, menjadikan umroh sebagai bentuk pencapaian sekaligus kewajiban spiritual.

“Banyak anak muda yang sukses di bidang online, lalu merasa punya kewajiban untuk umroh. Bahkan di kalangan influencer, umroh sudah seperti bagian dari perjalanan hidup mereka,” tambahnya.

Di era media sosial, umrah tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan ibadah semata. Ada dimensi lain yang turut memengaruhi minat generasi muda, yakni aspek gaya hidup dan eksistensi digital.

“Selain ibadah, ada kebutuhan gaya hidup. Seperti berfoto atau selfie di Tanah Suci. Tapi selama niat utamanya tetap ibadah, itu sah-sah saja,” ujar Anita.

Fenomena ini menjadi potret baru bagaimana nilai religiusitas dan budaya digital saling berkelindan di tengah masyarakat modern.

Tak hanya faktor usia jamaah, inovasi produk juga menjadi kunci meningkatnya minat umrah. Saat ini, paket umroh yang dikombinasikan dengan wisata internasional menjadi daya tarik tersendiri.

“Memang benar, paket umrah sekaligus wisata semakin diminati konsumen. Misalnya setelah umroh, jamaah diajak mengunjungi destinasi wisata di Timur Tengah seperti Turki dan Dubai,” jelas Anita.

Menurutnya, konsep ini ibarat peribahasa sambil menyelam minum air menunaikan ibadah sekaligus berwisata.

“Artinya, jamaah bisa menghemat waktu dan biaya. Sekali jalan, dapat ibadah dan pengalaman wisata,” tandasnya.

Meski demikian, Anita tetap mengingatkan agar jemaah pemula lebih memprioritaskan esensi ibadah.

“Kalau umroh pertama atau masih pemula, sebaiknya fokus dulu ke ibadah umrah. Karena ibadah umroh itu membutuhkan fisik yang kuat,” terangnya.

Lonjakan minat umrah juga ditopang oleh kemudahan akses pembiayaan. Saat ini, banyak agen travel yang menawarkan skema pembayaran fleksibel untuk menjangkau lebih banyak kalangan.

“Sekarang banyak produk perjalanan umroh dengan sistem menabung terlebih dahulu. Bahkan ada yang bisa berangkat dulu, lalu pembiayaannya dicicil melalui lembaga pembiayaan atau bank,” ungkap Anita.

Skema ini memberikan solusi bagi masyarakat yang memiliki niat kuat beribadah, namun terkendala finansial.

“Banyak bank yang membuka peluang pembiayaan umroh, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tambahnya.

Meningkatnya jumlah jamaah umroh juga memberikan dampak positif bagi sektor pendukung lainnya. Hal ini dirasakan oleh Yudianto, seorang pengusaha rental mobil di Tasikmalaya.

Yudi menyebut, permintaan jasa transportasi menuju bandara mengalami peningkatan signifikan.

“Sudah ada belasan order masuk untuk antar jemput ke bandara. Jamaah umrah datang dari berbagai agen travel di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Menurut Yudi, tren ini biasanya meningkat tajam menjelang Ramadan dan menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha transportasi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Bambang H Irwanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tasikmalaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.