Selasa Malam, Ribuan Warga Tasikmalaya Tarawih Perdana
Mesjid Al Manar, Tasikmalaya salah satu masjid untuk salat tarawih pertama, Selasa (17/2/2026) malam. (Foto: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Selasa Malam, Ribuan Warga Tasikmalaya Tarawih Perdana

Di Kota Tasikmalaya, ribuan jamaah Muhammadiyah melaksanakan salat tarawih di puluhan masjid yang tersebar di berbagai kecamatan.

TIMES Tasikmalaya,Selasa 17 Februari 2026, 22:00 WIB
714
H
Harniwan Obech

TIMESINDONESIAUmat Islam yang tergabung dalam organisasi Muhammadiyah akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026. 

Penetapan tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian ibadah Ramadan, yang diawali dengan pelaksanaan salat tarawih perdana pada Selasa malam, 17 Februari 2026.

Di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, ribuan jamaah Muhammadiyah pun bersiap menyambut datangnya bulan suci dengan melaksanakan salat tarawih di puluhan masjid yang tersebar di berbagai kecamatan.

Suasana religius tampak menyelimuti kota santri tersebut, seiring antusiasme warga Muhammadiyah dalam menyambut Ramadan lebih awal.

Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah

Pelaksanaan puasa Ramadan pada 18 Februari 2026 ditetapkan berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

 Penetapan ini diperkuat dengan penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 01/MLM/I.1/B/2025, yang menjadi rujukan resmi warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Dalam maklumat tersebut, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal sebagai dasar penentuan awal bulan Hijriah. Metode ini telah lama menjadi ciri khas Muhammadiyah dalam menjaga konsistensi dan kedisiplinan ilmu falak.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tasikmalaya, H. Ayi Mubarok, mengatakan bahwa pelaksanaan salat tarawih pertama tidak dipusatkan di satu lokasi tertentu.

“Tidak ada pemusatan untuk salat tarawih pertama. Pelaksanaannya di masing-masing cabang dan ranting, jadi tidak disentralisasi di satu titik,” ungkap H. Ayi saat dihubungi TIMES Indonesia, Selasa (17/2/2026) malam.

Menurutnya, pelaksanaan tarawih tersebar di puluhan masjid Muhammadiyah yang ada di Kota Tasikmalaya. Hal ini sekaligus menunjukkan kesiapan struktural organisasi hingga tingkat paling bawah dalam menyambut Ramadan.

H. Ayi merinci, di tingkat cabang terdapat sekitar 10 masjid Muhammadiyah yang tersebar di setiap kecamatan di Kota Tasikmalaya. Sementara di tingkat ranting, terdapat sekitar 40 masjid yang akan menggelar salat tarawih perdana secara serentak.

“Semua cabang dan ranting sudah siap. Jamaah juga sudah mendapatkan informasi sejak jauh hari, sehingga pelaksanaan ibadah bisa berjalan tertib dan khusyuk,” ujarnya.

Kondisi ini mencerminkan soliditas organisasi Muhammadiyah di tingkat daerah, sekaligus memperlihatkan kuatnya peran masjid sebagai pusat pembinaan umat selama bulan Ramadhan.

Menanggapi perbedaan waktu pelaksanaan salat tarawih dan awal puasa dengan ormas Islam lainnya, H. Ayi menegaskan bahwa perbedaan tersebut seharusnya disikapi dengan kedewasaan dan sikap saling menghargai.

“Perbedaan itu jadikan sebagai khazanah yang perlu kita rawat. Dari aspek kedisiplinan ilmu, ada yang menetapkan awal kalender Hijriah dengan hisab hakiki, ada juga yang dengan rukyat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa perbedaan jangan sampai menjadi sumber perpecahan di tengah umat. Justru sebaliknya, perbedaan tersebut harus memperkaya pemahaman keislaman dan memperkuat ukhuwah.

Lebih lanjut, H. Ayi mengajak seluruh umat Islam untuk mengambil sikap ummatan wasathan atau sikap moderat, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari organisasi kemasyarakatan.

“Perbedaan jangan sampai dipermasalahkan. Kita harus saling menghargai ijtihad masing-masing ormas,” katanya.

Ia berharap Ramadan 1447 Hijriah dapat menjadi momentum untuk memperkuat kejernihan hati, memperdalam spiritualitas, serta menjaga keharmonisan antarumat Islam.

“Mari kita sambut Ramadan ini dengan kejernihan hati. Ketika ada perbedaan, kita kembali pada ijtihad dan posisi ormas masing-masing. Insyaallah semuanya akan harmonis,” ujarnya.

Dimulainya puasa Ramadan lebih awal oleh Muhammadiyah tidak mengurangi makna kebersamaan dan kekhusyukan ibadah. Justru, hal ini menjadi pengingat bahwa keberagaman metode penetapan kalender Islam adalah bagian dari dinamika keilmuan yang telah berlangsung lama dalam sejarah Islam.

"Di Kota Tasikmalaya, Ramadan 1447 Hijriah pun diharapkan menjadi bulan penuh berkah, tidak hanya bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat dalam memperkuat toleransi, persaudaraan, dan nilai-nilai keislaman yang damai," paparnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Bambang H Irwanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tasikmalaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.