Spanduk Sindiran di Bale Kota Tasikmalaya, Potret Keresahan Warga atas Kinerja Wali Kota
Spanduk bertuliskan 'Wapres Datang Wali Kota Terdepan, Giliran Masyarakat Datang, Wali Kota Menghilang' terpampang di pagar Bale Kota Tasikmalaya, Senin (2/2/2026) (FOTO: Istimewa)

Spanduk Sindiran di Bale Kota Tasikmalaya, Potret Keresahan Warga atas Kinerja Wali Kota

Tulisan bernada sindiran tersebut secara terbuka mengkritik gaya kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan.

TIMES Tasikmalaya,Senin 2 Februari 2026, 21:50 WIB
17.6K
H
Harniwan Obech

TASIKMALAYASebuah spanduk berwarna putih yang terpasang mencolok di pagar Kantor Bale Kota Tasikmalaya mendadak menyita perhatian publik.

Spanduk itu terlihat jelas pada Senin (2/1/2026), menghadap langsung ke Jalan Letnan Harun, salah satu ruas jalan utama dengan lalu lintas padat di pusat kota.

Tulisan bernada sindiran tersebut secara terbuka mengkritik gaya kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan. Kalimat yang terpampang tegas seolah menjadi suara hati sebagian warga yang selama ini merasa aspirasinya tak tersampaikan.

]Wapres Datang Wali Kota Terdepan, Giliran Masyarakat Datang, Wali Kota Menghilang'.

Tulisan singkat namun tajam itu sontak menjadi bahan perbincangan warga, terutama para pengendara dan pejalan kaki yang melintas. Tak sedikit yang berhenti sejenak, membaca ulang, lalu mendokumentasikannya melalui ponsel mereka.

Spanduk tersebut bukan sekadar kain bertuliskan kritik. Ia hadir sebagai simbol kekecewaan publik terhadap kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya yang dinilai jarang hadir secara langsung di tengah masyarakat, khususnya saat warga datang untuk menyampaikan aspirasi.

Di Mana Wali Kota?

article
Ayuna Sinta, S.Psi., M.M., perwakilan dari Komunitas Sisterhood (FOTO : Ayuna/TIMES Indonesia)

Keresahan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa momentum penting, ketidakhadiran Wali Kota Viman menjadi sorotan dan meninggalkan tanda tanya besar di kalangan publik.

Salah satu peristiwa yang masih segar di ingatan warga adalah saat ribuan guru yang tergabung dalam PGM Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Bale Kota. 

Mereka datang dengan harapan dapat menyampaikan aspirasi dan keluhan secara langsung kepada orang nomor satu di Kota Tasikmalaya. Namun harapan itu tak terwujud, lantaran Wali Kota Viman tidak terlihat menemui massa aksi.

Situasi serupa kembali terulang saat aktivis mahasiswa menggelar audiensi dan aksi penyampaian aspirasi. Ketidakhadiran wali kota membuat para mahasiswa kecewa hingga akhirnya menggeruduk ruang kerja wali kota sebagai bentuk protes.

Puncak ketegangan terjadi pada Jumat (30/1/2026). Massa mahasiswa kembali turun ke jalan untuk menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bale Kota Tasikmalaya dengan isu utama evaluasi kinerja satu tahun kepemimpinan Viman–Diki.

Namun, lagi-lagi, Wali Kota Viman tidak terlihat menemui massa aksi. Mahasiswa hanya diterima oleh Asisten Daerah (Asda) III Hanafi, Kepala Kesbangpol Ade Hendar, serta Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto.

Kekecewaan massa pun memuncak. Aksi bakar ban dilakukan tepat di depan gerbang Bale Kota. 

Tak hanya itu, dorong-dorongan antara aparat kepolisian dan massa aksi tak terhindarkan ketika mahasiswa berupaya masuk ke dalam gedung. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.

Bagi sebagian warga, rangkaian peristiwa tersebut menjadi bukti konkret dari pesan yang tertulis di spanduk: ketidakhadiran pemimpin saat rakyat datang membawa aspirasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa individu atau kelompok yang memasang spanduk kritik tersebut. Namun, pesan yang disampaikan telah telanjur menyebar luas dan menjadi refleksi kegelisahan publik terhadap pola komunikasi dan kepemimpinan di Kota Tasikmalaya.

Ekspresi Jujur Suara Warga

Menanggapi munculnya spanduk tersebut, Ayuna Sinta, S.Psi., M.M., perwakilan dari Komunitas Sisterhood, menyampaikan pandangannya.

Menurutnya, spanduk itu merupakan ekspresi jujur dari suara masyarakat.

1. Representasi Suara Hati Warga

Ayuna menilai spanduk tersebut bukan sekadar kritik visual, melainkan representasi nyata dari perasaan masyarakat Kota Tasikmalaya.

“Ada kerinduan sekaligus tuntutan agar pemimpin daerah hadir secara nyata dan inklusif bagi seluruh lapisan warga, bukan hanya saat agenda kenegaraan atau seremonial, termasuk event hiburan seperti fun run,” ujarnya.

2. Pentingnya Kehadiran yang Inklusif

Ia menegaskan, masyarakat membutuhkan pemimpin yang mudah ditemui saat rakyat menghadapi persoalan atau ingin menyampaikan aspirasi.

Ayuna menyinggung aksi mahasiswa yang baru-baru ini terjadi, di mana para aktivis datang ke Bale Kota untuk menyampaikan evaluasi kinerja satu tahun kepemimpinan Viman–Diki. Namun, ketidakhadiran wali kota justru berujung pada kericuhan dengan aparat keamanan.

3. Kritik sebagai Bukti Cinta pada Kota

Menurut Komunitas Sisterhood, kemunculan spanduk ini adalah bentuk kontrol sosial yang sehat. “Ini tanda bahwa masyarakat masih menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya agar lebih peka dan responsif terhadap isu-isu lokal,” katanya.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat, Komunitas Sisterhood berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi, khususnya dalam meningkatkan kualitas komunikasi publik dan kehadiran nyata pemimpin di tengah warga.

“Pemimpin hebat adalah ia yang paling depan saat rakyat membutuhkan, bukan hanya saat tamu besar datang.” pungkas Ayuna (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tasikmalaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.