Jelang Setahun Kepemimpinan Viman–Diky, PMII Soroti Stagnasi Pembangunan Tasikmalaya
Sejumlah mahasiswa dari PMII Kota Tasikmalaya melakukan aksi di depan Kantor Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (30/1/2026). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Jelang Setahun Kepemimpinan Viman–Diky, PMII Soroti Stagnasi Pembangunan Tasikmalaya

PMII gelar aksi di Balekota evaluasi 1 tahun Viman-Diky. Massa bakar ban, coba tembus gerbang, dihadang aparat. Tuntut realisasi Tasik Gemas, Pintar, Nyaman; kecewa Wali Kota tak hadir, ancam aksi lebih besar.

TIMES Tasikmalaya,Jumat 30 Januari 2026, 22:26 WIB
6K
H
Harniwan Obech

TASIKMALAYAPuluhan massa aksi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya menggelar aksi di depan Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (30/1/2026) sore. 

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi menjelang satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama Wakil Wali Kota Diky Candra.

Sekitar pukul 15.15 WIB, massa PMII tiba di kawasan Balekota Tasikmalaya dengan konvoi sepeda motor dan satu unit mobil pikap yang dilengkapi sound system. Setibanya di lokasi, para mahasiswa langsung melakukan orasi secara bergantian sambil membentangkan spanduk tuntutan.

article
Abdul Aziz Koordinator Lapangan (Korlap) aksi dari PMII Kota Tasikmalaya saat memberikan keterangan kepada awak media di depan Kantor Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (30/1/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indnesia)

Situasi sempat memanas ketika sejumlah mahasiswa membakar ban bekas tepat di depan gerbang utama Balekota sebagai simbol kekecewaan terhadap kinerja pemerintah daerah. Tak hanya itu, massa juga berupaya memaksa masuk ke area Balekota untuk menemui langsung Wali Kota Tasikmalaya.

Namun upaya tersebut mendapat penghadangan ketat dari petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian, Satpol PP, serta aparat keamanan lainnya. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Beberapa mahasiswa terlihat terjatuh saat mencoba menerobos barikade petugas.

Hingga sore hari, massa aksi tetap tidak berhasil menembus penjagaan dan tidak dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Tasikmalaya.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Abdul Aziz, menyampaikan bahwa aksi  ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap arah pembangunan Kota Tasikmalaya.

“Awalnya kami mau mengevaluasi atau memberikan masukan terkait visi misi dan program prioritas yang digadang-gadangkan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya,” ujar Abdul dalam orasinya.

Menurutnya, sejumlah program unggulan yang selama ini digaungkan pasangan Viman-Diky belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Beberapa program prioritas tersebut antara lain Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sejahtera), Tasik Pintar (Peningkatan kualitas pendidikan dan SDM) dan Tasik Nyaman (Kota yang aman, tertib, dan nyaman dihuni)

“Kami menilai semuanya belum berjalan dengan baik. Kami mendesak agar program prioritas ini benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat Kota Tasikmalaya. Jangan sampai hanya slogan yang bertolak belakang dengan realitas di lapangan,” tegas Abdul Aziz.

Abdul juga mengungkapkan kekecewaan karena Wali Kota Tasikmalaya kembali tidak hadir menemui massa aksi. Menurutnya, ini merupakan kali kedua PMII menggelar aksi dengan tuntutan serupa.

“Kami sudah kedua kalinya datang ke Balekota. Sebelumnya juga tidak bisa bertemu langsung dengan Wali Kota. Hari ini pun sama, hanya dihadiri perwakilan pejabat lain. Ini terkesan anti kritik,” tambahnya.

article

Ketidakhadiran orang nomor satu di Kota Tasikmalaya itu dinilai semakin memperkuat anggapan mahasiswa bahwa pemerintah daerah kurang terbuka terhadap aspirasi publik.

PMII Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa aksi ini bukan yang terakhir. Mereka berencana kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak direspons secara serius.

“Aksi ini bagian dari jelang satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya yang kami nilai belum menunjukkan peningkatan signifikan. Kami akan kembali datang dengan eskalasi yang lebih besar,” kata Abdul.

Kepemimpinan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Candra sejak dilantik hingga kini memang terus menjadi perhatian masyarakat. Berbagai janji kampanye yang mengusung perubahan signifikan di bidang ekonomi, pendidikan, serta kenyamanan kota dinilai belum sepenuhnya terealisasi.

Aksi PMII ini menambah daftar kritik publik terhadap jalannya roda pemerintahan Kota Tasikmalaya. Banyak warga berharap pemerintah daerah lebih responsif terhadap masukan mahasiswa dan masyarakat sipil.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Wali Kota Tasikmalaya terkait tuntutan yang disampaikan PMII. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tasikmalaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.