Paramotor Kian Mengudara di Tasikmalaya, Menuju Pusat Olahraga Dirgantara Jabar
Paramotor tidak lagi hanya digeluti kalangan terbatas. Minat masyarakat terus meningkat, bahkan mulai menjangkau kalangan pelajar dan generasi muda.
TASIKMALAYA – Angin bertiup tenang ketika sejumlah atlet mulai membentangkan parasut di hamparan rumput lapangan terbang. Suara mesin paramotor yang meraung perlahan memecah kesunyian pagi sebelum satu per satu pilot lepas landas dan menari di langit Tasikmalaya. Minggu (21/6/2026).
Dari bawah, pemandangan itu terlihat seperti pertunjukan biasa. Namun bagi komunitas olahraga dirgantara, aktivitas tersebut merupakan bagian dari upaya panjang membangun ekosistem paramotor yang kini tumbuh pesat di Kota Tasikmalaya.
Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga paramotor menunjukkan perkembangan signifikan.
Cabang olahraga yang berada di bawah pembinaan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) itu tidak lagi hanya digeluti kalangan terbatas. Minat masyarakat terus meningkat, bahkan mulai menjangkau kalangan pelajar dan generasi muda.
Ketua Pengurus Cabang Paramotor Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, mengatakan peningkatan jumlah atlet dan peminat paramotor terjadi setelah organisasi secara konsisten melakukan sosialisasi serta edukasi ke berbagai sekolah dan komunitas.

"Paramotor merupakan olahraga yang memadukan keterampilan terbang, teknologi, disiplin, serta pemahaman terhadap aspek keselamatan penerbangan," kata Yogi saat ditemui di sela latihan rutin atlet paramotor di Lanud Wiriadinata. Minggu (21/6/2026) siang.
"Saat ini atlet dan peminat paramotor semakin meningkat setelah kami melakukan berbagai edukasi dan sosialisasi ke sejumlah sekolah," imbuhnya.
Menurut dia, perkembangan tersebut menjadi indikator bahwa olahraga dirgantara mulai mendapat tempat di tengah masyarakat Tasikmalaya.
Jika sebelumnya paramotor identik dengan kalangan tertentu yang memiliki akses terhadap dunia penerbangan, kini olahraga tersebut mulai dikenal lebih luas.
Para pegiat paramotor di Tasikmalaya berasal dari beragam latar belakang. Tidak hanya personel TNI Angkatan Udara, tetapi juga Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, profesional, akademisi, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kedirgantaraan.
Menuru Yogi fenomena itu menunjukkan perubahan penting. Paramotor perlahan berkembang menjadi olahraga yang inklusif dan dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki minat, komitmen belajar, serta kesadaran tinggi terhadap aspek keselamatan.
Sementara Ketua Bidang Bina Prestasi Pengcab Paramotor Kota Tasikmalaya Dadang Hernaen menyebut perkembangan paramotor di Tasikmalaya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Lanud Wiriadinata yang selama ini menjadi pusat aktivitas olahraga dirgantara di wilayah Priangan Timur.
"Ya, Pangkalan udara milik TNI Angkatan Udara tersebut menjadi rumah bagi berbagai kegiatan aero sport, mulai dari latihan rutin, pendidikan dasar penerbangan olahraga, hingga pembinaan atlet yang diproyeksikan tampil pada berbagai kejuaraan."terangnya.

Keberadaan fasilitas yang memadai menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan komunitas paramotor di daerah ini.
Berbagai atraksi paramotor juga kerap ditampilkan dalam kegiatan masyarakat, peringatan hari besar nasional, maupun event kedirgantaraan.
Kehadiran atraksi tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan sarana edukasi yang efektif untuk memperkenalkan dunia penerbangan kepada masyarakat luas.
Di balik atraksi yang memukau, terdapat proses latihan yang panjang dan disiplin. Setiap atlet harus menguasai teknik dasar penerbangan, navigasi udara, membaca kondisi cuaca, memahami arah angin, hingga prosedur keselamatan dalam berbagai situasi.
"Pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan. Kami rutin melaksanakan latihan peningkatan kemampuan teknis penerbangan, pelatihan keselamatan terbang, serta menyiapkan atlet untuk mengikuti berbagai kejuaraan tingkat regional maupun nasional," ujar Yogi.
Pembinaan yang konsisten tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah atlet paramotor asal Tasikmalaya berhasil tampil kompetitif dalam berbagai event olahraga dirgantara dan membawa nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.
Berbeda dengan cabang olahraga lain yang mengandalkan kekuatan fisik semata, paramotor merupakan olahraga yang sangat bergantung pada ketelitian, disiplin, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Karena itu, setiap sesi latihan selalu diawali dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh perangkat penerbangan.
Mesin paramotor, baling-baling, sistem pengaman, harness, tali riser, hingga kondisi parasut harus diperiksa secara detail sebelum digunakan.
Selain pemeriksaan peralatan, para atlet juga diwajibkan melakukan ground handling atau latihan pengendalian parasut di darat sebelum memasuki fase penerbangan.
Komandan Lanud Wiriadinata Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto melalui Kepala Dinas Teritorial Lanud Wiriadinata, Kapten Sus Ruslan Ardiansyah Rambe, menegaskan bahwa latihan rutin menjadi kebutuhan mutlak dalam olahraga dirgantara.
Menurut dia, peningkatan kemampuan atlet sangat ditentukan oleh frekuensi latihan dan jumlah jam terbang yang dimiliki.
"Perkembangan paramotor di Tasikmalaya saat ini semakin baik, ya tentunya ini sesuai dengan intruksi yang diperintahkan oleh Danlanud yang harus mengembangkan olahraga dirgantara,"terangnya.
Karena itu latihan harus terus dilakukan agar para atlet mampu mengasah kemampuan dan keterampilan olahraga dirgantara secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa latihan bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menjaga konsistensi pemahaman terhadap standar keselamatan penerbangan.
"Kedepannya latihan akan lebih intensif agar para atlet semakin profesional. Yang paling penting adalah menjaga safety karena sekecil apa pun kesalahan dalam olahraga penerbangan bisa berakibat fatal," ujarnya.
Dalam dunia penerbangan, budaya keselamatan bukan sekadar aturan tertulis. Safety merupakan prinsip utama yang harus tertanam dalam setiap pengambilan keputusan seorang pilot.
"Di luar fungsi sebagai olahraga prestasi, paramotor menyimpan potensi ekonomi yang besar bagi daerah."tandasnya.
Tasikmalaya memiliki bentang alam yang sangat mendukung pengembangan wisata dirgantara. Dari udara, hamparan pegunungan, perbukitan, persawahan, hingga garis pantai selatan menciptakan panorama yang memiliki nilai jual tinggi.
Potensi tersebut membuka peluang lahirnya konsep sport tourism atau wisata olahraga berbasis dirgantara.
Dalam beberapa daerah di Indonesia, wisata paramotor telah berkembang menjadi daya tarik baru yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Tasikmalaya dinilai memiliki peluang yang sama apabila pengembangannya dilakukan secara terencana dan melibatkan berbagai pihak.
Dari ketinggian ratusan meter, wisatawan dapat menikmati panorama alam Tasikmalaya dari perspektif yang berbeda. Pengalaman tersebut menjadi daya tarik yang sulit diperoleh melalui wisata konvensional.
Selain meningkatkan kunjungan wisata, pengembangan wisata udara juga berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Pengcab Paramotor Kota Tasikmalaya tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga. Organisasi ini juga menjadikan paramotor sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda.
Berbagai kegiatan sosialisasi dilakukan ke sekolah-sekolah sebagai upaya memperkenalkan dunia dirgantara sejak usia dini.
Yogi menilai olahraga paramotor mampu membentuk karakter yang dibutuhkan generasi masa depan, seperti disiplin, tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, kemampuan analisis, hingga kepemimpinan.
"Harapan kami, paramotor tidak hanya menjadi hobi atau aktivitas rekreasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, disiplin, keberanian, dan prestasi bagi generasi muda," katanya.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup generasi muda, olahraga dirgantara dinilai dapat menjadi alternatif kegiatan positif yang mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul.
Ke depan, Pengurus Cabang Paramotor Kota Tasikmalaya menargetkan peningkatan kualitas pembinaan atlet yang lebih terstruktur dan profesional.
Selain memperluas jaringan komunitas, organisasi juga berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas olahraga, serta mendorong paramotor menjadi bagian dari keanggotaan KONI Kota Tasikmalaya.
Langkah tersebut diyakini akan memperkuat ekosistem olahraga dirgantara sekaligus membuka peluang dukungan yang lebih luas bagi pembinaan atlet.
Dengan dukungan Lanud Wiriadinata, meningkatnya jumlah atlet, serta antusiasme masyarakat yang terus tumbuh, Tasikmalaya dinilai memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan paramotor di Jawa Barat.
Optimisme itu kini bukan sekadar wacana. Dari langit Priangan Timur, paramotor sedang membangun masa depan baru olahraga dirgantara.
Bukan hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membuka jalan bagi berkembangnya wisata udara dan ekonomi kreatif berbasis kedirgantaraan di Tasikmalaya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

