Jelang Ramadan, Sejak Pagi TPU Cinehel Kota Tasikmalaya Dipadati Peziarah
Sejumlah peziarah saat berada di TPU Cinehel Kota Tasikmalaya, foto diambil Selasa (17)2/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Jelang Ramadan, Sejak Pagi TPU Cinehel Kota Tasikmalaya Dipadati Peziarah

Suasana TPU Cinehel Tasikmalaya ramai jelang Ramadan. Warga ziarah, bersih-bersih makam, mendoakan leluhur, menjaga tradisi munggahan sekaligus menggerakkan ekonomi warga sekitar.

TIMES Tasikmalaya,Selasa 17 Februari 2026, 13:15 WIB
468
H
Harniwan Obech

TASIKMALAYASejak pukul 06.00 WIB, suasana di TPU Cinehel sudah tampak berbeda dari hari-hari biasa. Jalan setapak di antara deretan makam mulai ramai oleh langkah para peziarah yang datang bersama anak, istri, suami, hingga keluarga besar. 

Aroma bunga rampe bercampur tanah basah, lantunan doa lirih, serta sapaan antar peziarah menciptakan suasana khusyuk yang begitu khas menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan.

Ziarah kubur memang menjadi tradisi yang mengakar kuat di tengah masyarakat muslim, termasuk di Kota Tasikmalaya.

Menjelang Ramadan, TPU Cinehel selalu menjadi salah satu lokasi pemakaman yang paling banyak dikunjungi warga untuk mendoakan sanak keluarga dan leluhur yang telah lebih dahulu berpulang.

Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cinehel yang berada di Kampung Cinehel, Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, setiap tahunnya selalu dipadati peziarah saat menjelang Ramadan. 

Tradisi ini dikenal masyarakat Sunda sebagai munggahan, yakni momen menyambut bulan puasa dengan membersihkan diri secara lahir dan batin, salah satunya melalui ziarah kubur.

Bagi sebagian besar warga Tasikmalaya, ziarah kubur bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada orang tua, keluarga, dan leluhur, sekaligus ungkapan rasa syukur atas nikmat kehidupan yang masih dianugerahkan oleh Allah SWT. 

Ziarah juga dimaknai sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan mengingat kematian, agar manusia lebih siap menjalani ibadah selama Ramadan.

TPU Cinehel merupakan salah satu TPU terbesar milik Pemerintah Kota Tasikmalaya. Dengan luas lahan sekitar 6 hektare, area pemakaman ini telah menampung kurang lebih 10.600 jenazah. 

Keberadaannya bukan hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir warga, tetapi juga ruang sosial dan spiritual yang hidup pada waktu-waktu tertentu, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Deretan makam tampak dibersihkan oleh keluarga yang datang. Ada yang mencabut rumput liar, menyiram tanah, mengganti nisan yang mulai lapuk, hingga menaburkan bunga sebagai simbol penghormatan.

Salah seorang peziarah, Budi Rahman, warga Kampung Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, mengungkapkan bahwa berziarah ke TPU Cinehel sudah menjadi tradisi rutin keluarganya setiap tahun.

“Alhamdulilah rutin jelang bulan ramadan bersama hari lebaran ke makam bapak mertua di Cinehel dengan dan ke makam keluarga bapak dan ibu di Babakan Tempe Sambongjaya,” ungkapnya kepada TIMES Indonesia, Selasa (17/2/2026).

Baginya, ziarah bukan hanya soal ritual, tetapi juga momentum kebersamaan keluarga dan pengingat akan nilai-nilai kehidupan.

Petugas penjaga TPU Cinehel, Jono, menjelaskan bahwa intensitas kunjungan meningkat signifikan menjelang Ramadan.

Menurutnya, peziarah mulai ramai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka tidak hanya berasal dari Tasikmalaya, tetapi juga dari luar daerah.

“Ini sudah menjadi tradisi. Setiap munggahan ratusan keluarga datang berziarah. Bukan hanya warga Tasikmalaya, tapi juga dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, bahkan ada yang dari Lampung,” ujar Jono.

Jono yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun sebagai petugas TPU menambahkan, selain berdoa, banyak keluarga yang melakukan perbaikan makam yang rusak akibat usia dan cuaca.

Ramainya peziarah ke TPU Cinehel turut membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar. Penjual bunga rampe musiman hingga jasa pembersih makam kebanjiran rezeki.

Salah satunya Inah (39), warga Kampung Sindangsari, yang setiap tahun rutin berjualan bunga rampe menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Bunga dikemas dalam plastik kecil dan dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000.

“Alhamdulillah setiap tahun dapat berkah. Bisa mengais rezeki dari penziarah yang datang. Mudah-mudahan semuanya dilancarkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya,” tuturnya 

Fenomena Serupa di TPU Lain di Kota Tasikmalaya pantauan di sejumlah TPU lain di Kota Tasikmalaya, seperti TPU Cieunteung dan TPU Aisha Rashida Tamansari, menunjukkan fenomena serupa. 

Warga berdatangan sejak pagi hari, membawa bunga, air, dan alat kebersihan, menandakan bahwa tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan masih terjaga kuat di tengah masyarakat.

Di tengah perubahan zaman, TPU Cinehel tetap menjadi saksi bisu bagaimana nilai spiritual, tradisi, dan solidaritas sosial terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi di Kota Tasikmalaya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tasikmalaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.