Tiga Prodi Universitas BTH Tasikmalaya Raih  Akreditasi Unggul
Sejumlah mahasiswa Universitas BTH Tasikmalaya saat berada di ruang perkuliahan. Senin (11/5/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Tiga Prodi Universitas BTH Tasikmalaya Raih Akreditasi Unggul

Universitas BTH bertransformasi jadi kampus modern berakreditasi Unggul dengan prodi futuristik, fast track, RPL, beasiswa luas, dan internasionalisasi untuk mencetak SDM unggul masa depan.

TIMES Tasikmalaya,Senin 11 Mei 2026, 22:25 WIB
299
H
Harniwan Obech

TASIKMALAYAUniversitas Bakti Tunas Husada atau Universitas BTH terus menunjukkan transformasi sebagai kampus modern yang tidak lagi sekadar menjadi tempat belajar teori di ruang kelas. Di tengah perubahan dunia kerja, perkembangan industri kesehatan, dan laju teknologi yang semakin cepat, universitas ini hadir sebagai ruang inovasi dan pusat pengembangan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Rektor Universitas BTH, Prof. Dr. Ruswanto, Senin (11/5/2026), mengatakan, transformasi tersebut terlihat dari berbagai capaian strategis yang berhasil diraih kampus di Kota Tasikmalaya ini. Mulai dari keberhasilan meraih Akreditasi Unggul pada tiga program studi, pembukaan program studi baru yang futuristik dan relevan dengan kebutuhan industri modern, hingga penguatan langkah internasionalisasi kampus sebagai bagian dari upaya membangun daya saing global.

Semua itu, kata Ruswanto, memperlihatkan satu hal penting Universitas BTH sedang membangun identitas baru sebagai kampus modern yang berani membaca masa depan lebih cepat dibanding kebanyakan perguruan tinggi lainnya.

Dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia, predikat Akreditasi Unggul bukan sekadar penghargaan administratif. Status tersebut menjadi simbol kualitas tertinggi yang menggambarkan mutu akademik, sistem tata kelola, kualitas sumber daya manusia, hingga kesiapan lulusan menghadapi dunia profesional.

"Tahun ini, Universitas BTH sukses mencatat pencapaian besar dengan diraihnya Akreditasi Unggul untuk tiga program studi sekaligus Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit, Program Studi S1 Farmasi dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker," ujarnya.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya kualitas institusi sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap Universitas BTH.

Ia mengatakan, predikat unggul tidak diperoleh secara instan. Di baliknya terdapat proses panjang berupa peningkatan mutu dosen, pengembangan kurikulum berbasis industri, penguatan riset, penyediaan fasilitas pembelajaran modern, hingga penguatan sistem akademik yang terintegrasi.

"Keberhasilan tiga program studi itu juga menjadi bukti bahwa kampus di daerah kini mampu bersaing secara nasional bahkan internasional apabila memiliki visi dan keberanian melakukan transformasi," ujarnya.

Jika sebagian kampus masih berkutat pada program studi konvensional, Universitas BTH justru mengambil langkah berbeda dengan menghadirkan Program Studi S1 Rekayasa Kosmetika.

Program studi ini langsung menjadi sorotan karena Universitas BTH tercatat sebagai Perguruan Tinggi Swasta pertama dan satu-satunya di Indonesia yang membuka bidang tersebut.

Langkah ini dianggap sebagai bentuk keberanian membaca arah perkembangan industri masa depan. Dalam beberapa tahun terakhir, industri kosmetik, skincare, beauty technology, wellness, hingga bisnis kecantikan berbasis sains berkembang sangat cepat. 

Menurutnya, Indonesia bahkan menjadi salah satu pasar kosmetik terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan industri yang terus meningkat setiap tahun.

Melihat fenomena tersebut, ia mengatakan, Universitas BTH tidak hanya memandang industri kecantikan sebagai tren sesaat, tetapi sebagai sektor ekonomi masa depan yang membutuhkan sumber daya manusia profesional berbasis sains dan teknologi.

article
Ketua Pembina Yayasan BTH, H. Yoris Rusamsi Ruswadi saat memberikan keterangan kepada awak media. Senin (11/5/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Mahasiswa pada program studi ini nantinya tidak hanya mempelajari ilmu kosmetika dasar, tetapi juga mepelajari teknologi formulasi kosmetik,inovasi produk skincare, riset bahan alami, quality control,branding produk,bisnis kecantikan, hingga entrepreneurship industri beauty modern.

Di era ketika generasi muda sangat dekat dengan dunia skincare dan personal care, kehadiran program studi ini menjadi langkah revolusioner dalam pendidikan tinggi Indonesia.

"Selain Rekayasa Kosmetika, Universitas BTH juga resmi membuka Program Studi S1 Gizi. Program ini menjadi Program Studi Gizi pertama di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran," jelasnya.

Kehadirannya dinilai sangat penting mengingat kebutuhan tenaga profesional bidang gizi terus meningkat seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan preventif dan kualitas hidup masyarakat.

Indonesia sendiri masih menghadapi tantangan serius terkait stunting, malnutrisi, pola makan tidak sehat, hingga meningkatnya penyakit degeneratif akibat gaya hidup modern.

Melalui program studi ini, Universitas BTH ingin melahirkan tenaga ahli gizi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu hadir langsung di tengah masyarakat sebagai agen perubahan kesehatan publik.

Transformasi Universitas BTH tidak berhenti pada pembukaan program studi baru. Kampus ini juga tengah menyiapkan sistem pendidikan modern yang lebih cepat, fleksibel, dan adaptif melalui Program Fast Track.

Dengan telah hadirnya Program Studi S1 Farmasi, S2 Farmasi, dan Pendidikan Profesi Apoteker dalam satu ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mahasiswa berprestasi nantinya bisa memperoleh jalur percepatan dari S1 menuju S2 Farmasi atau dari S1 langsung menuju Pendidikan Profesi Apoteker.

Skema ini memungkinkan mahasiswa unggul menyelesaikan pendidikan dalam waktu lebih efektif tanpa mengurangi kualitas akademik.

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, model pendidikan seperti ini dinilai menjadi solusi masa depan karena mampu mempercepat lahirnya tenaga profesional berkualitas tinggi.

article
Sejumlah mahasiswa saat berada di ruang perpustakaan Universitas BTH Tasikmalaya, Senin (11/5/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Salah satu langkah yang juga mendapat perhatian adalah rencana pembukaan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit.

Program ini ditujukan khusus bagi lulusan D3 Rekam Medik dan Informatika Kesehatan. Melalui sistem RPL, pengalaman kerja dan capaian pembelajaran sebelumnya akan diakui sebagai bagian dari proses akademik. 

Dengan demikian, tenaga kesehatan yang sudah bekerja tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan sarjana secara lebih efisien dan relevan.

Konsep tersebut menjadi bentuk nyata bahwa pendidikan tinggi kini harus lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan dunia profesional.

Di balik seluruh langkah besar tersebut, Universitas BTH juga menegaskan komitmennya terhadap pemerataan akses pendidikan.

Melalui Program Beasiswa BTH Unggul, yayasan menyediakan 50 kuota beasiswa bagi calon mahasiswa dari wilayah Priangan Timur,
30 kuota beasiswa bagi mahasiswa dari wilayah 3T Indonesia (terdepan, terluar, tertinggal).

Program ini bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda unggul dari berbagai daerah di Indonesia.

Perjalanan Universitas BTH menuju kampus global mulai terlihat nyata dengan hadirnya mahasiswa internasional.

Saat ini, universitas telah menerima satu mahasiswa asal Thailand pada Program Studi S1 Sistem Informasi, serta dua mahasiswa asal Nigeria di Program Studi S1 Farmasi.

Kehadiran mahasiswa asing menjadi simbol meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kualitas pendidikan Universitas BTH.

Lebih dari itu, internasionalisasi juga membuka peluang terciptanya lingkungan akademik multikultural yang memperkaya pengalaman mahasiswa lokal.

Ruswanto menegaskan bahwa seluruh transformasi ini dilakukan untuk memastikan pendidikan tinggi tetap relevan dengan kebutuhan masa depan.

"Kampus tidak boleh hanya menghasilkan lulusan, tetapi harus mampu mencetak generasi yang adaptif, inovatif, kreatif, dan siap menghadapi perubahan global." kata Ruswanto.  

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan BTH, H. Yoris Rusamsi Ruswadi menekankan pentingnya investasi jangka panjang pada kualitas pendidikan, tata kelola yang baik, serta keberanian membuka bidang ilmu baru yang prospektif.

Komitmen itu menjadi fondasi penting dalam membangun Universitas BTH sebagai kampus progresif yang mampu menjawab tantangan masa depan bangsa.

Universitas BTH hari ini memperlihatkan bahwa perubahan besar pendidikan tinggi Indonesia tidak selalu lahir dari kota-kota besar dimana kampus harus tumbuh dengan visi besar serta membangun pendidikan yang relevan, modern, fleksibel, dan terhubung dengan kebutuhan industri masa depan.

Mulai dari akreditasi unggul, program studi futuristik, inovasi fast track, internasionalisasi kampus, hingga komitmen beasiswa menunjukkan bahwa Universitas BTH sedang menyiapkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar institusi pendidikan.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tasikmalaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.