Jembatani Kampus dan Industri, Jurusan Manajemen Unsil Cetak Creativepreneur Muda Melek Finansial
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini mempertemukan kreativitas, teknologi, dunia usaha, dan kecerdasan finansial di satu panggung pembelajaran.
TASIKMALAYA – Tepuk tangan bergema di salah satu ruangan kampus Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya.
Sejumlah mahasiswa tampak sibuk mengarahkan kamera ke berbagai sudut objek.
Di sisi lain, peserta lain memperhatikan layar presentasi yang menampilkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia fotografi dan ekonomi digital.
Suasana itu menjadi pemandangan yang berbeda dalam peringatan hari jadi ke-46 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsil. Tak ada seremoni berlebihan. Tidak pula sekadar potong tumpeng yang lazim mengiringi perayaan ulang tahun institusi pendidikan.
Di usia yang hampir mencapai setengah abad, Jurusan Manajemen Unsil memilih merayakan perjalanan panjangnya melalui sebuah investasi pengetahuan bagi generasi muda.
Mereka menghadirkan Creativepreneur Academy Fotografi Digital dan Literasi Keuangan bagi Generasi Muda, sebuah program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang mempertemukan kreativitas, teknologi, dunia usaha, dan kecerdasan finansial di satu panggung pembelajaran.
Pilihan tema tersebut bukan tanpa alasan. Dunia saat ini berubah lebih cepat dibandingkan kurikulum pendidikan konvensional. Transformasi digital telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, berwirausaha, hingga mengelola keuangan.
Di tengah perubahan itu, perguruan tinggi dituntut tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus bergerak.

Bagi Jurusan Manajemen Unsil, momentum ulang tahun ke-46 bukan hanya ruang refleksi perjalanan institusi, tetapi juga momentum untuk mempertegas perannya sebagai jembatan antara kampus dan dunia industri.
Komitmen tersebut terlihat dari keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam kegiatan ini. Dukungan penuh datang dari PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk sebagai sponsor utama kegiatan.
Kehadiran perusahaan pasar modal nasional tersebut bukan sekadar dukungan acara seremonial. Lebih dari itu, menjadi simbol semakin eratnya hubungan antara dunia pendidikan tinggi dengan sektor industri keuangan.
Momentum itu semakin bermakna melalui penandatanganan Implementation Arrangement (IA) yang melibatkan unsur perguruan tinggi, sektor perbankan, dan pasar modal.
Langkah ini menjadi penanda bahwa penguatan kompetensi mahasiswa tidak lagi dapat dilakukan secara parsial.
Komitmen Unsil Membentuk Generasi Unggul
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menilai usia ke-46 tahun merupakan fase kematangan bagi sebuah institusi pendidikan dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas.
"Selamat Hari Jadi yang ke-46 untuk Jurusan Manajemen Universitas Siliwangi. Usia ini mencerminkan kematangan dalam mencetak talenta unggul," ujar Reza. Rabu (3/6/2026).
"Melalui sinergi Creativepreneur Academy ini, kami berkomitmen mendampingi langkah Unsil untuk membentuk generasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga tangguh dan cerdas secara finansial atau financially literate," imbuhnya.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi di tengah perubahan ekonomi digital yang berlangsung sangat cepat.
"Saat ini dunia kerja membutuhkan generasi yang mampu beradaptasi dengan teknologi, memahami peluang ekonomi digital, dan memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak. Karena itu, dunia industri harus hadir mendampingi dunia pendidikan," katanya.
Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan paradigma pendidikan tinggi masa kini. Kampus tidak lagi hanya menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan, melainkan ruang pembentukan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Persiapan Hadapi Tantangan Ekonomi Digital
Bagi Jurusan Manajemen Unsil, peringatan ulang tahun kali ini juga menjadi momentum investasi sosial. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kapasitas generasi muda agar mampu menghadapi tantangan ekonomi digital.
Ketua Jurusan Manajemen Unsil, Lucky Radi Rinandiyana, mengatakan bahwa generasi muda saat ini membutuhkan dua kemampuan utama untuk bertahan dan berkembang.
Pertama, kemampuan menghasilkan karya kreatif yang bernilai ekonomi. Kedua, kemampuan mengelola hasil ekonomi tersebut melalui literasi keuangan yang baik.
"Kami menyadari bahwa perpaduan antara kemampuan menciptakan karya kreatif dan pemahaman literasi keuangan yang baik adalah kunci sukses bagi generasi muda," ujar Lucky.
"Di era digital, kreativitas saja tidak cukup. Harus ada kemampuan mengelola hasil usaha dan merencanakan masa depan secara finansial," sambungnya.
Menurut Lucky, perguruan tinggi harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
"Kami sangat mengapresiasi Bapak Reza Priyambada beserta seluruh jajaran PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk yang telah mendukung kegiatan ini. Dunia pendidikan membutuhkan mitra yang mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan praktik nyata di lapangan," katanya.
Lucky menegaskan, melalui Creativepreneur Academy, pihaknya ingin menghadirkan proses pembelajaran yang lebih aplikatif bagi mahasiswa dan generasi muda.
"Melalui Creativepreneur Academy, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif. Mahasiswa dan generasi muda harus merasakan langsung bagaimana kreativitas dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang berkelanjutan," tambahnya.
Optimalisasi AI
Salah satu daya tarik utama kegiatan tersebut adalah sesi Estetika Digital dan Optimalisasi Artificial Intelligence (AI).
Di era media sosial dan ekonomi kreator (creator economy), fotografi tidak lagi dipandang sekadar hobi atau keterampilan tambahan. Visual telah menjadi instrumen penting dalam membangun identitas bisnis dan memperluas jangkauan pasar.
Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana fotografi dapat menjadi alat promosi usaha sekaligus sarana membangun personal branding.
Menariknya, pembelajaran tidak berhenti pada teknik pengambilan gambar konvensional. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi AI dalam proses penyuntingan modern.
Mulai dari koreksi warna otomatis, pengaturan pencahayaan berbasis kecerdasan buatan, penghapusan objek yang mengganggu, hingga percepatan proses editing menjadi bagian dari materi yang dipelajari.
Bagi generasi muda yang tumbuh bersama teknologi digital, kemampuan memanfaatkan AI menjadi salah satu kompetensi penting yang dapat meningkatkan daya saing mereka di masa depan.
Melalui sesi hunting photo, peserta kemudian mengaplikasikan materi secara langsung. Mereka belajar membangun komposisi visual, mencari sudut pandang menarik, serta mengubah momen sederhana menjadi konten yang memiliki nilai ekonomi.
Pentingnya Literasi Keuangan
Namun menciptakan konten yang menarik hanyalah setengah dari perjalanan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengelola pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas kreatif tersebut secara sehat dan berkelanjutan.
Karena itulah Creativepreneur Academy menghadirkan sesi literasi keuangan yang disampaikan oleh Yudi Herdiana bersama Mesty.
Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan, pengendalian pengeluaran, hingga strategi membangun kesehatan finansial sejak usia muda.
Materi tersebut menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya jumlah anak muda yang memperoleh penghasilan dari bisnis digital, jasa kreatif, maupun aktivitas kewirausahaan.
Pengenalan Investasi di Pasar Modal
Setelah memahami fondasi pengelolaan keuangan, peserta diajak mengenal dunia investasi pasar modal melalui sesi yang dibawakan oleh Kepala Kantor Perwakilan Tasikmalaya PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Tine Badriatin.
Dalam paparannya, Tine menegaskan pentingnya pemahaman investasi yang benar sejak usia muda.
"Anak-anak muda saat ini memiliki akses informasi yang sangat luas. Namun, mereka juga harus memahami bahwa investasi bukan sekadar mengikuti tren. Investasi harus dilakukan berdasarkan pengetahuan, perencanaan, dan pemahaman risiko yang baik," ujar Tine.
Menurutnya, meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi harus dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan agar tidak terjebak pada praktik investasi yang tidak sehat maupun spekulatif.
"Kami ingin memperkenalkan bahwa pasar modal merupakan salah satu instrumen investasi yang legal, aman, dan dapat menjadi sarana mencapai tujuan keuangan jangka panjang apabila dipahami dengan baik," katanya.
Peserta tidak hanya diperkenalkan pada peluang keuntungan investasi, tetapi juga memahami berbagai risiko yang menyertainya, pentingnya memilih instrumen legal, serta menyesuaikan investasi dengan profil risiko masing-masing.
Suasana akademik semakin terasa dengan hadirnya sejumlah tokoh yang menjadi bagian penting perjalanan panjang Jurusan Manajemen Unsil.
Di antara mereka hadir Kartawan dan Deden Mulyana. Keduanya menyaksikan bagaimana ilmu manajemen yang dahulu lebih berfokus pada teori organisasi dan bisnis kini berkembang mengikuti dinamika ekonomi digital.
Turut hadir pula Alik Nurdin yang mewakili Ikatan Alumni Manajemen Universitas Siliwangi (IAM UNSIL). Kehadirannya memberikan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya membangun budaya belajar sepanjang hayat dan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ulang Tahun Penuh Kebersamaan
Menjelang akhir acara, suasana berubah menjadi lebih hangat. Mahasiswa, dosen, alumni, narasumber, serta pengurus Management Student Organization (MSO) berkumpul dalam sesi perayaan Anniversary ke-46 Jurusan Manajemen Unsil.
Tidak ada sekat antara peserta dan penyelenggara. Semua larut dalam suasana kekeluargaan yang hangat.
Kemeriahan semakin terasa saat pengumuman pemenang kompetisi fotografi. Tepuk tangan dan tawa mengiringi penyerahan penghargaan kepada para peserta terbaik.
Namun lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, kegiatan tersebut meninggalkan pesan yang jauh lebih penting. Bahwa pendidikan tinggi harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Bahwa kreativitas perlu dibarengi kecerdasan finansial.
Dan bahwa masa depan generasi muda tidak dapat dibangun sendirian, melainkan melalui kolaborasi erat antara kampus, industri, sektor keuangan, alumni, dan masyarakat.
Di usia ke-46 tahun, Jurusan Manajemen Universitas Siliwangi tampaknya ingin menegaskan satu hal: menjadi institusi pendidikan yang relevan bukan hanya soal menjaga tradisi akademik, melainkan juga keberanian untuk terus berinovasi dan membuka jalan bagi lahirnya generasi creativepreneur Indonesia yang siap menghadapi masa depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

