UPI Dorong Transformasi Digital Pembinaan Olahraga Sekolah dengan Ini
Transformasi digital dalam dunia pendidikan dan pembinaan olahraga kembali menjadi perhatian kalangan akademisi dan praktisi olahraga. Hal tersebut menjadi sorotan dalam Seminar Smart Coaching Workshop.
Tasikmalaya – Transformasi digital dalam dunia pendidikan dan pembinaan olahraga kembali menjadi perhatian kalangan akademisi dan praktisi olahraga. Hal tersebut menjadi sorotan dalam Seminar Smart Coaching Workshop yang digelar pada Sabtu, (23/5/2026)
Seminar yang mengusung tema penerapan digitalisasi program latihan ekstrakurikuler olahraga berbasis analisa risiko berlangsung di Gedung Dewi Sartika Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya.
Kegiatan diikuti oleh para guru olahraga dan pembina ekstrakurikuler dari berbagai sekolah yang merupakan utusan dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, hingga Kabupaten Ciamis.

Seminar ini menjadi ruang kolaborasi penting antara dunia pendidikan, teknologi, dan olahraga dalam menghadapi tantangan pembinaan atlet pelajar di era digital.
Berbagai sesi pemaparan pada seminar ini dikupas mengenai pentingnya penggunaan teknologi digital dalam menyusun program latihan olahraga yang lebih efektif, terukur, aman, dan berbasis data analisa risiko.
Direktur Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya, Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin saat ditemui TIMES Indonesia menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam bidang pembinaan olahraga di sekolah.
Menurutnya, penerapan digitalisasi program latihan ekstrakurikuler olahraga berbasis analisa risiko menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembinaan siswa sekaligus menjaga keselamatan peserta didik selama menjalani program latihan.
“Melalui kegiatan Smart Coaching Workshop ini, kami ingin mendorong guru olahraga agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam menyusun program latihan yang terukur, aman, dan berbasis data. Pembinaan olahraga saat ini tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional semata, tetapi harus mengedepankan pendekatan ilmiah dan analisa risiko,” ujar Prof. Heri Yusuf Muslihin ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa penggunaan teknologi dalam olahraga sekolah dapat membantu guru memetakan kemampuan siswa, mengontrol beban latihan, hingga mencegah terjadinya cedera olahraga pada peserta didik.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi guru olahraga di Tasikmalaya dan Ciamis sehingga mampu melahirkan pembinaan atlet pelajar yang lebih profesional, modern, dan berdaya saing,” tambahnya.
Dalam seminar tersebut dijelaskan bahwa digitalisasi program latihan olahraga bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diterapkan dalam sistem pembinaan olahraga sekolah modern.
Perkembangan teknologi memungkinkan guru olahraga melakukan pemetaan kondisi fisik siswa, pengukuran intensitas latihan, pemantauan perkembangan performa, hingga mitigasi cedera secara lebih akurat.
Pendekatan berbasis analisa risiko dinilai menjadi salah satu solusi penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan ekstrakurikuler olahraga di sekolah.
Dengan metode tersebut, pelatih dan guru olahraga dapat mengidentifikasi potensi risiko cedera, kelelahan, hingga ketidaksesuaian program latihan terhadap kondisi peserta didik.
Selain itu, penggunaan sistem digital juga dapat membantu sekolah dalam menyimpan data latihan siswa secara sistematis sehingga perkembangan kemampuan atlet pelajar dapat dipantau secara berkelanjutan.
Para pemateri dalam seminar diantaranya Rangga Gelar Guntara, S.Kom., M.Kom., Wulan Nurlaela, S.Si., M.Pd. dan Fariha Nilan, S.Or., M.Pd. menekankan bahwa era olahraga modern membutuhkan pendekatan scientific coaching atau kepelatihan berbasis ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, pemanfaatan aplikasi digital, monitoring performa atlet, hingga evaluasi latihan berbasis data menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas olahraga pelajar di daerah.
Pada Seminar Smart Coaching Workshop juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya guru pendidikan jasmani dan pembina ekstrakurikuler olahraga agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Peserta mendapatkan materi mengenai manajemen program latihan digital, metode penyusunan latihan berbasis risiko, penggunaan perangkat monitoring olahraga, hingga strategi pengembangan atlet usia sekolah secara berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi, para guru olahraga menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan sarana, minimnya pemanfaatan teknologi di sekolah, hingga kebutuhan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga pendidik olahraga.
Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta mampu menerapkan sistem pembinaan olahraga yang lebih modern dan profesional di lingkungan sekolah masing-masing.
Suasana seminar berlangsung dinamis dengan interaksi aktif antara peserta dan narasumber. Banyak guru olahraga mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya penggunaan data dan teknologi dalam menyusun program latihan ekstrakurikuler.
Mereka menilai pendekatan berbasis analisa risiko sangat relevan diterapkan di lingkungan sekolah karena mampu meminimalisir cedera serta meningkatkan efektivitas latihan siswa.
Selain seminar, kegiatan workshop juga memberikan simulasi dan praktik penyusunan program latihan berbasis digital sehingga peserta dapat langsung memahami implementasinya di sekolah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

