Universitas BTH Jadi PTS Pertama di Indonesia yang Membuka Program Studi Rekayasa Kosmetika
Yayang, mahasiswi UBTH saat melakukan mixing formula hydrogel foarming spray di Laboratorium Universitas Bakti Husada, Senin (11/5/2026). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Universitas BTH Jadi PTS Pertama di Indonesia yang Membuka Program Studi Rekayasa Kosmetika

Univ BTH membuka S1 Rekayasa Kosmetika, gabungkan sains, teknologi, dan bisnis untuk melahirkan ahli kosmetik dan entrepreneur beauty berbasis riset bahan alami Indonesia.

TIMES Tasikmalaya,Senin 11 Mei 2026, 18:22 WIB
302
H
Harniwan Obech

TASIKMALAYASaat dunia kecantikan menjadi industri masa depan, Universitas Bakti Tunas Husada atau Universitas BTH menghadirkan jawaban lewat pendidikan modern industri kecantikan kini bukan lagi sekadar soal penampilan. 

Di balik maraknya produk skincare, kosmetik lokal, wellness lifestyle, hingga tren beauty technology, terdapat ekosistem industri bernilai triliunan rupiah yang terus tumbuh dan menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif paling menjanjikan di Indonesia.

Fenomena itu dibaca secara serius oleh Universitas BTH yang kini menghadirkan Program Studi S1 Rekayasa Kosmetika, sebuah program pendidikan tinggi yang disebut sebagai Perguruan Tinggi Swasta pertama dan satu-satunya di Indonesia yang membuka program studi tersebut.

Langkah ini bukan sekadar inovasi akademik biasa. Di tengah kompetisi dunia pendidikan tinggi, Universitas BTH justru mengambil jalur berbeda dengan menghadirkan bidang studi yang sangat dekat dengan kebutuhan industri masa depan.

Ketika banyak kampus masih berkutat pada program-program konvensional, Universitas BTH memilih masuk ke sektor beauty science, wellness, dan teknologi kosmetik yang kini berkembang sangat pesat secara global.

Di era digital, dunia kecantikan berubah drastis. Produk skincare lokal bermunculan hampir setiap hari. Influencer beauty tumbuh menjadi industri baru. Generasi muda mulai menjadikan self care sebagai bagian gaya hidup modern.

Di balik tren tersebut, kebutuhan terhadap tenaga profesional yang memahami ilmu kosmetika semakin tinggi.
Tidak hanya dibutuhkan ahli make up atau beauty advisor, tetapi juga ilmuwan kosmetik, formulator skincare, peneliti bahan alami, ahli beauty technology, hingga entrepreneur kosmetik berbasis sains.

Melihat perubahan besar itu, Universitas BTH mencoba menghadirkan solusi melalui pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri modern.

article
Sejumlah mahasiswi saat melakukan penelitian di Laboratorium Universitas Bakti Husada, Senin (11/5/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Rektor Prof. Dr. Ruswanto menjelaskan bahwa pembukaan Program Studi Rekayasa Kosmetika lahir dari Rencana Induk Pengembangan (RIP) universitas yang telah disusun jauh sebelumnya.

Menurutnya, pendirian program studi baru membutuhkan proses panjang dan penuh tantangan.

“Walaupun sulit dan tidak mudah, program ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pengajuan dilakukan pada akhir Maret dan rekomendasi keluar pada 28 April 2026. Tantangan terbesar dalam membuka program studi baru adalah kesiapan dosen,” ungkapnya kepada TIMES Indonesia pada acara Campus Tour, Senin (11/5/2026). 

Lahirnya Program Studi Rekayasa Kosmetika bukan keputusan instan, melainkan hasil pembacaan mendalam terhadap arah perkembangan industri global.

Ketika Kosmetik Bertemu Teknologi dan Sains

Selama ini banyak masyarakat menganggap dunia kosmetik hanya berkaitan dengan kecantikan luar atau tata rias semata. Padahal industri kosmetik modern telah berkembang menjadi perpaduan antara ilmu kesehatan, teknologi, kimia, biologi, hingga bisnis digital.

Program Studi Rekayasa Kosmetika hadir dengan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan berbagai bidang ilmu tersebut, dimana mahasiswa nantinya akan mempelajari perihal Teknologi formulasi kosmetik, Sains skincare, Analisis bahan aktif, Pengembangan produk herbal serta Beauty technology.

Tak hanya itu akan ditelaah juga melalui pendekatan Riset bahan alami Indonesia, Branding produk kecantikan, Bisnis kosmetik modern, Inovasi wellness product dan  Entrepreneurship industri beauty.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dipersiapkan bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta produk dan inovasi baru di industri kecantikan.

Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama industri kosmetik dunia. Kekayaan biodiversitas tropis Indonesia menyimpan ribuan tanaman herbal dan bahan alami yang sangat potensial dikembangkan menjadi produk kecantikan modern.

Mulai dari lidah buaya, bengkoang, teh hijau, kopi, rempah-rempah, minyak atsiri, hingga tanaman herbal khas Nusantara memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikembangkan melalui riset dan teknologi.

Sayangnya, selama ini pengembangan produk berbasis sains masih belum optimal.
Karena itu, kehadiran Program Studi Rekayasa Kosmetika dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengolah potensi alam Indonesia menjadi produk kosmetik berdaya saing global.

Sementara itu Ketua Pembina Yayasan BTH, H. Yoris Rusamsi Ruswadi menilai bahwa dunia pendidikan harus mampu membaca perubahan zaman.

article
Sejumlah mahasiswa saat mengamati tumbuhan bahan rekayasa kosmetika di  kebun Demplot Universitas Bakti Husada, Senin (11/5/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Menurutnya, program studi baru tersebut merupakan bentuk respons strategis Yayasan BTH dan Universitas BTH dalam menghadapi perubahan tren industri, dunia kerja, ekonomi kreatif, dan sektor kesehatan modern.

Perkembangan industri beauty saat ini membuka banyak profesi baru yang sebelumnya belum dikenal luas masyarakat.

Lulusan Rekayasa Kosmetika diproyeksikan memiliki peluang kerja di berbagai sektor seperti Industri skincare nasional, Laboratorium kosmetik, Industri wellness, Beauty startup, Industri herbal modern,Quality control kosmetik, Penelitian bahan aktif, Product development, Beauty consultant serta Entrepreneur kosmetik.

Tidak sedikit pula generasi muda saat ini yang sukses membangun merek skincare lokal sendiri melalui media sosial dan platform digital.

Karena itu, program studi ini juga memberikan pembelajaran mengenai branding, pemasaran digital, hingga pengembangan bisnis kosmetik agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan ekosistem industri modern.

Sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan berkualitas, Universitas BTH juga menghadirkan Program Beasiswa BTH Unggul.
Dalam program tersebut, tersedia lima beasiswa kuliah gratis khusus bagi mahasiswa berprestasi yang ingin masuk Program Studi Rekayasa Kosmetika.

Program ini menjadi kesempatan besar bagi generasi muda yang memiliki potensi akademik unggul namun terkendala secara ekonomi.
Dengan kuota terbatas, beasiswa tersebut diprediksi akan menjadi incaran banyak calon mahasiswa dari berbagai daerah.

Tasikmalaya Menuju Kota Inovasi Beauty Science
Kehadiran Program Studi Rekayasa Kosmetika juga membawa dampak lebih luas bagi daerah. Tasikmalaya yang selama ini dikenal sebagai kota kreatif dan industri UMKM kini berpeluang berkembang menjadi pusat inovasi kosmetik berbasis sains.

Kolaborasi antara kampus, industri, pelaku UMKM, hingga sektor kesehatan dapat melahirkan ekosistem baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Bukan hanya mencetak lulusan, Universitas BTH juga membuka peluang lahirnya riset-riset kosmetik lokal berbasis bahan alami Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar internasional.

Jika pengembangan ini berjalan konsisten, bukan tidak mungkin Tasikmalaya akan dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan beauty science dan wellness technology di Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tasikmalaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.