Kebaya Bordir Encim Tasikmalaya, Tren Lebaran 1447 H yang Padukan Tradisi dan Gaya Modern
Seorang karyawati saat menunjukkan salah satu kebaya yang lagi tren busana pada momen Idul Fitri 1447 di showroomnya, Rabu (25/2/2026). (FOTO: Harniwan Pbech/TIMES Indonesia)

Kebaya Bordir Encim Tasikmalaya, Tren Lebaran 1447 H yang Padukan Tradisi dan Gaya Modern

Kebaya bordir Encim Tasikmalaya jadi tren Lebaran 1447 H. Perpaduan tradisi, kreativitas, dan digital marketing mengangkat UMKM bordir lokal hingga menembus pasar dunia.

TIMES Tasikmalaya,Rabu 25 Februari 2026, 19:20 WIB
306
H
Harniwan Obech

TASIKMALAYADi sebuah rumah produksi sederhana di kawasan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, suara mesin bordir terdengar berirama sejak pagi hingga malam. Puluhan lembar kain berwarna pastel tersusun rapi di meja kerja, sementara tangan-tangan terampil para pekerja menggerakkan benang demi benang, membentuk motif bunga anggun di atas bahan kebaya bordir Encim Tasikmalaya.

Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, aktivitas produksi meningkat drastis. Permintaan tidak hanya datang dari wilayah Priangan Timur, tetapi juga dari berbagai kota di Indonesia hingga pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Fenomena ini menandai kebangkitan tren baru kebaya bordir Encim Tasikmalaya yang kembali populer dengan sentuhan desain modern.

Sejak puluhan tahun lalu, Tasikmalaya dikenal sebagai salah satu sentra industri bordir terbesar di Indonesia. Produk bordir dari daerah ini telah menembus pasar nasional hingga ekspor, menjadikannya identitas kuat daerah dalam sektor ekonomi kreatif.

article
Seorang host saat menawarkan produk kebaya bordir encim di akun TikTok milik Pratiwi colection, Rabu (25/2/2026). (FOTO: Harniwan Pbech/TIMES Indonesia) 

Keahlian membordir diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Banyak keluarga menjadikan usaha bordir sebagai mata pencaharian utama. Kombinasi antara keterampilan tradisional dan inovasi teknologi membuat industri ini tetap bertahan di tengah gempuran fashion modern.

Eva Pratiwi (40), perajin bordir asal Sambongjaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya sekaligus pemilik Pratiwi Collection, saat ditemui di workshopnya mengungkapkan bahwa Tasikmalaya kembali membuktikan eksistensinya sebagai kota bordir melalui tren kebaya Encim.

“Memang sejak puluhan tahun lalu Tasikmalaya merupakan kota bordir. Sekarang tren kebaya Encim menjadi momentum baru bagi kami,” ujarnya saat ditemui di rumah produksinya, Rabu (25/2/2026).

Menurut Eva, kebaya bordir Encim yang diproduksinya merupakan hasil pengembangan desain dari busana gamis bordir yang sebelumnya ia produksi bersama Angga (40) suaminya yang akrab disapa Abem.

Awalnya mereka hanya memproduksi mukena dan baju koko. Namun melihat peluang pasar yang menginginkan busana tradisional dengan tampilan modern, mereka melakukan eksperimen desain kebaya Encim.

Tak disangka, desain tersebut justru mendapat respons luar biasa menjelang Lebaran 1447 H.

“Kebaya bordir Encim mempertahankan model klasik, tapi dengan inovasi warna dan desain sehingga terlihat lebih segar dan menawan. Detail bordir memberikan kesan berkelas,” jelas Eva.

Memang produksi mukena dan baju koko sudah dirintis belasan tahun yang lalu namun untuk produksi kebaya Encim di tempatnya telah berjalan sekitar enam bulan terakhir dan langsung menjadi tren pasar.

Lonjakan permintaan membuat rumah produksi kecil tersebut bekerja ekstra keras. Dengan hanya sembilan orang pekerja yang menangani proses dari pemotongan kain, bordir, jahit, hingga packing, produksi mencapai ribuan potong.

Selama Ramadan saja menurut Eva di akun TikToknya sekitar 1.600 kebaya berhasil terjual ke berbagai kota di Indonesia hingga luar negeri.

“Cukup kewalahan, Alhamdulilah di satu akun TikTok kami, jualan sampai hari ini sekitar di 1.600 pcs, belum di akun Shopee dan yang lainnya.Tenaga kerja kami juga terbatas, tapi alhamdulillah permintaan terus meningkat,” kata Eva.

Fenomena ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi industri bordir skala UMKM jika dikelola dengan baik.

Salah satu daya tarik utama kebaya bordir Encim produksi Tasikmalaya dibandingkan daerah lain terletak pada inovasi warna.

Jika kebaya tradisional identik dengan warna klasik seperti cokelat, hitam, atau emas, produk Tasikmalaya menghadirkan nuansa pastel modern seperti Baby pink, Sage green, Lilac, Peach, dan warna Sky blue.

Warna-warna tersebut menurutnya memberikan kesan lembut, feminin, dan elegan sehingga diminati kalangan muda.

Motif floral atau bunga menjadi pilihan favorit konsumen menjelang Lebaran tahun ini karena dianggap fleksibel dan cocok digunakan berbagai usia.

Secara filosofi, motif bunga melambangkan Keindahan, Kesuburan, Harapan kebahagiaan dan Keharmonisan keluarga

Nilai simbolis ini memperkuat daya tarik kebaya sebagai busana budaya, bukan sekadar tren fashion.

Walaupun menggunakan teknologi mesin bordir modern, proses produksi tetap mempertahankan nilai handmade.

Beberapa tahapan masih dilakukan manual oleh pengrajin, seperti Pemilihan bahan, Penataan motif, Finishing detail dan Quality control.

Perpaduan teknologi dan keterampilan tangan menjadi kekuatan utama bordir Tasikmalaya dalam menjaga kualitas sekaligus efisiensi produksi.

Permintaan kebaya bordir Encim meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Beberapa faktor pendorongnya antara lain tren kembali ke busana tradisional, Pengaruh media sosial dan viral marketing, Kebutuhan busana keluarga saat Lebaran, Komunitas pengajian dan organisasi Wanita, Meningkatnya kesadaran menggunakan produk local.

article
Seorang karyawati bagian packing saat mengemas produk kebaya bordir encim untuk dikirim ke pembelinya, Rabu (25/2/2026) (FOTO: Harniwan Pbech/TIMES Indonesia) 

"Ya diluar momen Lebaran , tren kebaya ini muncul dipengaruhi juga oleh kebijakan gubernur jawa Barat, dimana ada kewajiban memakai kebaya para program Rebo nyunda bagi ASN di Jawa Barat,"tandas Eva.

Kemudian target pasar kebaya ini sangat luas, meliputi remaja, ibu muda, keluarga, komunitas pengajian, Dharma Wanita, acara formal, dan pesta.

Kebaya bordir Encim dipasarkan dengan harga bervariasi tergantung bahan dan tingkat kerumitan bordir. Kisaran harga pada Rp50.000 – Rp150.000 (kelas ekonomis hingga menengah)

Harga yang relatif terjangkau membuat produk ini mampu menjangkau berbagai segmen masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal terhadap fashion pabrikan.

Perkembangan teknologi digital berperan besar dalam kesuksesan penjualan kebaya bordir Tasikmalaya.

"Saat ini sekitar 20 persen penjualan offline dan 80 persen melalui platform digital,"tandas Eva.

Media sosial seperti TikTok dan Instagram menjadi sarana promosi utama. Konten video proses produksi, fashion show sederhana, hingga testimoni pelanggan terbukti efektif menarik perhatian konsumen.

Fenomena viral marketing membuat kebaya Encim cepat dikenal masyarakat luas dalam waktu singkat.

Produk kebaya bordir Tasikmalaya kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera dan  Kalimantan. Sementara pasar luar negeri mulai merambah ke Malaysia, Singapura dan negara Brunei Darussalam.

Potensi ekspor masih sangat terbuka lebar, terutama untuk negara dengan budaya Melayu dan komunitas diaspora Indonesia.

Industri bordir memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi masyarakat Tasikmalaya.

Satu unit usaha bordir dapat menyerap tenaga kerja dari berbagai bidang Desainer, Operator mesin, Penjahit, Finishing, Marketing dan bagian Distribusi.

Dengan meningkatnya permintaan kebaya Lebaran, otomatis pendapatan masyarakat juga ikut meningkat. Industri kreatif seperti ini terbukti mampu menjadi penopang ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Kebaya Encim menjai Simbol Budaya dan Identitas Perempuan Indonesia, lebih dari sekadar busana, kebaya bordir Encim membawa nilai budaya yang kuat.

Beberapa filosofi yang ingin diangkat antara lain Keanggunan perempuan Indonesia, kesopanan dalam berpakaian, Identitas budaya local, Warisan leluhur serta melambangkan keharmonisan keluarga saat Lebaran.

Desain tradisional yang dikemas modern membuat kebaya tetap relevan dengan generasi muda. Fenomena kebaya Encim modern membuktikan bahwa fashion tradisional tidak pernah benar-benar hilang.

Justru melalui inovasi desain, busana tradisional dapat kembali populer bahkan menjadi tren nasional. Gerakan bangga produk lokal juga turut mendorong kebangkitan ini.

Tren ini diprediksi masih akan bertahan dalam beberapa tahun ke depan karena memiliki nilai budaya sekaligus estetika modern.

Para perajin berharap dukungan pemerintah dan masyarakat terus meningkat, baik melalui promosi, pelatihan, maupun akses pasar internasional.

“Kami ingin bordir Tasikmalaya dikenal dunia,” ujar Eva.

Harapan tersebut bukan hal mustahil. Dengan kualitas produk, kreativitas desain, serta kekuatan digital marketing, bordir Tasikmalaya memiliki peluang besar menjadi brand global seperti batik.

Perayaan Idul Fitri selalu menjadi momentum penting bagi industri fashion muslim di Indonesia.

Kebaya bordir Encim hadir sebagai alternatif busana Lebaran yang Elegan, Tradisional, modern, nyaman dan terjangkau makanya tidak heran jika tren ini menjadi pilihan utama masyarakat pada Lebaran 1447 H.

Kebaya bordir Encim Tasikmalaya bukan sekadar tren musiman. Ia merupakan simbol pertemuan antara Tradisi, Kreativitas, Teknologi, Budaya dan Ekonomi.

Di balik setiap helai benang bordir, terdapat cerita tentang kerja keras, warisan budaya, dan harapan masa depan industri kreatif Indonesia.

Tasikmalaya sekali lagi membuktikan diri sebagai kota bordir yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tasikmalaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.