Harga Komoditas Pangan di Tasikmalaya Merangkak Naik
Dua orang pengunjung saat berbelanja di Pasar Pancasila, Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Minggu (8/2/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Harga Komoditas Pangan di Tasikmalaya Merangkak Naik

Harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram, kini melonjak hingga Rp29.500 per kilogram, dan diperkirakan masih akan terus naik seiring mendekatnya Ramadan.

TIMES Tasikmalaya,Minggu 8 Februari 2026, 11:48 WIB
2.7K
H
Harniwan Obech

TASIKMALAYAMenjelang datangnya bulan suci Ramadan, denyut ekonomi di pasar-pasar tradisional Kota Tasikmalaya terasa kian bergejolak. Sejumlah komoditas pangan strategis yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat tercatat mengalami kenaikan harga secara bertahap, bahkan cenderung terus merangkak naik dari hari ke hari.

Fenomena ini bukan hal baru setiap memasuki Ramadan. Namun, tahun ini, lonjakan harga dinilai lebih memberatkan warga karena terjadi hampir merata di berbagai komoditas utama, mulai dari telur ayam, beras premium, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, hingga sayuran.

Kondisi tersebut memicu keluhan dari masyarakat, khususnya kalangan rumah tangga dan pedagang kecil, yang harus memutar otak agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi di tengah daya beli yang semakin terbatas.

Dari pantauan di sejumlah pasar tradisional, salah satunya Pasar Pancasila Kota Tasikmalaya, telur ayam menjadi komoditas yang paling banyak dikeluhkan warga. 

Harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram, kini melonjak hingga Rp29.500 per kilogram, dan diperkirakan masih akan terus naik seiring mendekatnya Ramadan.

article

Tak hanya telur, harga beras, terutama jenis premium, juga ikut merangkak naik. Bagi banyak keluarga, beras dan telur merupakan kebutuhan paling mendasar yang sulit digantikan. Kenaikan harga pada dua komoditas ini pun langsung berdampak pada pengeluaran harian masyarakat.

“Sekarang beli telur saja sudah dikurangi. Biasanya satu kilo, sekarang paling setengah kilo,” ujar Neni, salah seorang pengunjung Pasar Pancasila, Minggu (8/2/2026).

Ia mengaku, kenaikan harga kebutuhan pokok sangat memberatkan, terlebih menjelang Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga.

Selain telur dan beras, sejumlah bahan pangan lain juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Berdasarkan pantauan TIMES Indonesia di beberapa pasar, berikut daftar harga kebutuhan pokok di Kota Tasikmalaya saat ini Daging ayamRp38.000/kg, Bawang putih Rp40.000/kg, Bawang merah Rp36.000/kg, Daging sapi: Rp125.000/kg sedangkan di komoditas Sayuran kenaikan bervariasi, cenderung hampir semua naik.

Para pedagang pun tak menampik bahwa harga pangan, khususnya telur, menunjukkan tren kenaikan yang sulit dibendung. Ahid (48), pedagang telur di Pasar Pancasila, mengatakan bahwa kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu dan diperkirakan belum akan berhenti.

“Semula telur dijual Rp25 ribu per kilo, sekarang sudah Rp29.500. Dan kemungkinan besar tidak akan turun, malah bisa naik lagi jelang Ramadan,” ungkap Ahid 

Menurutnya, meski pasokan telur masih tergolong aman, permintaan yang tinggi membuat harga terus bergerak naik. Dampaknya langsung terasa pada perilaku konsumen.

“Biasanya pembeli ambil satu sampai dua kilo. Sekarang banyak yang cuma beli setengah kilo,” katanya.

Keluhan yang sama dirasakan oleh Hendi pedagang ayam potong di Pasar Kojengkang Dadaha yang menyebut Harga daging ayam harganya semakin merangkak naik.

"Kalau dulu bisamnjual daging ayam seharga Rp28 ribu, karea dari andarnya uaayam hidup harganya asih Rp21 ribu sekarang Harga ual daging ayam Rp38.000,"keluh Hendi.

Salah satu faktor yang dinilai turut memengaruhi dinamika harga pangan di Tasikmalaya menurut Hendi adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan lebih dari satu tahun terakhir. 

Program ini menyerap komoditas seperti telur, daging ayam, tahu, tempe, dan sayuran untuk kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah kota dan kabupaten.

Pedagang menilai, penyerapan stok pangan dalam skala besar secara berkelanjutan berkontribusi terhadap tingginya permintaan di pasar.

“Permintaan sangat tinggi karena stok juga terserap ke program MBG selama setahun terakhir,” ujar Agus, salah seorang pedagang di Pasar Kojengkang.

Meski program tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk peningkatan gizi masyarakat, para pedagang berharap ada pengaturan yang lebih seimbang agar tidak berdampak pada lonjakan harga di tingkat konsumen.

“Kami berharap pemerintah menginstruksikan dapur SPPG untuk tetap menyerap stok dari pasar lokal agar harga untuk warga tetap stabil,” katanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tasikmalaya, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.